Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap Cangkang Telur Jadi Pupuk Organik Cair

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 19:02 35 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 27 melakukan inovasi kreatif guna membantu masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Bertempat di desa lokasi KKN, mereka menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berbahan dasar cangkang telur (9/2/2026)

Inovasi ini lahir dari pengamatan mahasiswa terhadap banyaknya limbah cangkang telur dari dapur warga maupun pedagang makanan yang terbuang sia-sia.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MIT Posko 79 UIN Walisongo Semarang 2026 Kenalkan Eco Print kepada Anak-Anak Desa Pidodo

Padahal, secara ilmiah, cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Ketua Kelompok 27 KKN UPGRIS menjelaskan bahwa cangkang telur mengandung kalsium karbonat yang dapat memperkuat batang tanaman dan mencegah kerontokan bunga maupun buah.

“Banyak warga yang belum tahu kalau cangkang telur bisa jadi pupuk berkualitas. Kami ingin mengedukasi bahwa sampah dapur jika diolah dengan benar bisa memiliki nilai guna dan ekonomi,” ujar Koordinator KKN, Dola Mareta.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Hadiri Tradisi Iriban di Mata Air Kali Siplodongan Lerep

Dalam demonstrasi yang dilakukan bersama ibu-ibu PKK dan warga setempat, mahasiswa membagikan langkah-langkah mudah pembuatan POC:

Pembersihan: Cangkang telur dicuci bersih dan dikeringkan.

Penghalusan: Cangkang telur ditumbuk hingga menjadi bubuk halus.

Fermentasi: Bubuk tersebut dicampur dengan air cucian beras dan larutan dekomposer (seperti EM4) serta molase atau gula jawa sebagai asupan bakteri.

Pematangan: Larutan didiamkan dalam wadah tertutup selama 1-2 minggu agar proses fermentasi maksimal.

Warga menyambut antusias program ini. Salah satu warga mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang memiliki hobi berkebun di lahan sempit (urban farming).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gencarkan Publikasi Wisata Curug Semirang untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan

“Biasanya cuma dibuang ke tempat sampah, sekarang jadi tahu kalau bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman cabai dan hias di depan rumah,” ungkapnya.

Dengan adanya program ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk secara organik, sekaligus mengurangi beban sampah di lingkungan sekitar.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA