Kemenag Salurkan Bantuan Rp350 Juta untuk Ponpes Al Adalah Tegal Pascabencana Tanah Bergerak

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 08:18 30 jatengvox

Jatengvox.com – Bencana tanah bergerak yang melanda wilayah Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu menyisakan dampak serius bagi warga, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.

Salah satu yang terdampak adalah Pondok Pesantren Al Adalah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Untuk membantu pemulihan aktivitas pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai total Rp350 juta, lengkap dengan Al-Qur’an dan kurma bagi para santri.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, kepada pengasuh Pondok Pesantren Al Adalah, M. Tasrifin Salim, pada Senin (16/2/2026).

Baca juga:  Apa Itu Trading Futures? Memahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global

Penyaluran ini menjadi bagian dari program Kemenag Peduli yang secara khusus difokuskan untuk membantu lembaga pendidikan keagamaan terdampak bencana.

Total bantuan yang diberikan mencapai Rp350 juta. Rinciannya, Rp250 juta berasal dari program Kemenag Peduli dan Rp100 juta dari Direktorat Jenderal Pendidikan Pesantren.

Selain bantuan dana, Kemenag juga menyerahkan 72 eksemplar Al-Qur’an serta 102 kilogram kurma untuk kebutuhan para santri.

Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana pesantren yang terdampak, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Baca juga:  Kadeso Lerep Culture Festival 2025: Menghormati Tradisi, Memperkuat Keharmonisan

Dalam sambutannya, Romo Syafi’i menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada aspek fisik bangunan semata.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan dan kualitas pengajaran di pesantren.

“Bukan hanya soal material, tetapi juga pengajaran dan kelengkapan pendidikan lainnya. Karena itu koordinasi harus terus dilakukan agar pesantren bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga meminta pengelola pesantren untuk terus berkoordinasi dengan jajaran Kementerian Agama di daerah, mulai dari Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota hingga Kantor Wilayah.

Menurutnya, komunikasi yang intens akan mempercepat pemulihan dan pengembangan pesantren ke depan.

Baca juga:  Permudah Publikasi Desa, Mahasiswa KKN Undip Susun Content Planner dan Template Canva bagi Perangkat Desa

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Bupati Tegal Ischak Maulana, Kepala BNPB, Wakil Menteri Pariwisata, serta beberapa anggota DPR RI.

Kehadiran para pejabat ini menjadi simbol dukungan bersama terhadap pemulihan pesantren dan masyarakat sekitar.

Romo Syafi’i mengapresiasi kekompakan pemerintah daerah dan aparat yang selama ini mendampingi proses pemulihan.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat perbaikan, baik infrastruktur maupun kualitas pendidikan.

“Kalau kompak, semua bisa dilakukan untuk kebaikan. Tinggal eksekusi, perbaikan, dan peningkatan. Insyaallah pesantren ini bisa naik kelas di masa mendatang,” katanya.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA