Jatengvox.com – Suasana pagi di SD Negeri Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, terasa berbeda pada Rabu, 06 Agustus 2025.
Setelah rangkaian pembacaan Asmaul Husna yang rutin dilakukan setiap pagi, para siswa mendapatkan pengalaman baru berupa kegiatan literasi membaca buku cerita.
Beberapa murid juga mendapat kesempatan untuk menceritakan kembali isi bacaan di depan teman-temannya bersama mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06.
Kegiatan literasi ini berupa pembacaan buku cerita anak yang disampaikan secara interaktif.
Tidak hanya membaca, para mahasiswi KKN juga mengajak siswa berdialog mengenai isi cerita, tokoh, dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Tujuannya adalah menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus melatih daya imajinasi serta keterampilan berbahasa siswa.
Program ini melibatkan seluruh siswa SD Negeri Sedayu yang setiap paginya mengikuti kegiatan Asmaul Husna.
Guru, pendamping sekolah, serta mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 turut mendukung jalannya kegiatan.
Waktu literasi dipilih pada pagi hari setelah Asmaul Husna, agar siswa dalam kondisi segar dan fokus. Selain itu, kegiatan ini juga menjaga suasana religius sekaligus menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sebelum mereka masuk ke kelas masing-masing.
Pelaksanaan literasi berlangsung di dalam kelas maupun halaman sekolah. Mahasiswi KKN menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari program kerja bidang pendidikan.
Menurut mereka, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa mencintai buku.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan mahasiswa dengan siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta mendukung Gerakan Gemar Membaca yang tengah digencarkan pemerintah.
Rangkaian acara dimulai dengan salam pembuka, dilanjutkan dengan pemilihan buku cerita sesuai usia siswa.
Cerita dibacakan dengan ekspresi menarik dan intonasi yang hidup sehingga siswa terlibat dalam alur cerita.
Setelah pembacaan, siswa diajak menyebutkan kembali tokoh utama, jalan cerita, serta pesan moral yang dapat mereka ambil.
Kegiatan ditutup dengan tepuk semangat literasi sebelum para siswa kembali ke kelas untuk melanjutkan pembelajaran.
Antusiasme siswa tampak tinggi. Mereka ceria, aktif bertanya, bahkan berebut untuk menceritakan kembali kisah yang baru saja mereka dengar.
Para guru pun mengapresiasi langkah positif dari mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06.
Selain membantu proses pembelajaran, kegiatan ini mampu memotivasi siswa agar lebih rajin membaca, baik di sekolah maupun di rumah.