Operasi Keselamatan Candi 2026 Digelar, Polda Jateng Fokus Tekan Fatalitas Kecelakaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 08:48 27 jatengvox

Jatengvox.com – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berujung fatal, kembali digencarkan Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Melalui Direktorat Lalu Lintas, Polda Jateng resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada awal tahun.

Tidak semata penindakan, operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif guna menumbuhkan kesadaran serta kepatuhan pengguna jalan.

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 diawali dengan gelar pasukan yang digelar di awal pekan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, sebagai tanda dimulainya operasi serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca juga:  Nawal Arafah Ungkap Peran Strategis PKK dalam Ketahanan Keluarga, Bukan Sekadar Arisan

Sebanyak 3.592 personel diterjunkan dan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan perkotaan, jalur utama, hingga daerah rawan kecelakaan.

Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan.

Dalam operasi ini, kepolisian menetapkan sembilan sasaran prioritas yang dinilai memiliki potensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas. Beberapa di antaranya adalah:

Pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara

Penyeberang jalan yang tidak pada tempatnya

Penggunaan knalpot tidak sesuai standar SNI

Aksi kebut-kebutan dan balap liar

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Sulap Limbah Jadi Berkah, Wujudkan Zero Waste Village di Desa Sonoharjo

Pelanggaran lain yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain

Meski demikian, pola penindakan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Edukasi, teguran, serta imbauan menjadi langkah utama, sementara penegakan hukum dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan.

Dirlantas Polda Jateng menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak berorientasi pada penindakan semata.

Lebih dari itu, operasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal patuh pada aturan, tapi juga soal kepedulian terhadap sesama pengguna jalan,” menjadi pesan yang terus digaungkan selama operasi berlangsung.

Baca juga:  Tingkatkan Kesehatan dan Solidaritas Warga, KKN UIN Walisongo Desa Banyuringin Gelar Senam Bersama Ibu-ibu PKK dan Lansia

Pendekatan ini sejalan dengan tren kebijakan lalu lintas nasional yang menempatkan edukasi sebagai fondasi utama dalam menurunkan angka kecelakaan.

Di tengah pelaksanaan operasi, Polda Jawa Tengah juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan surat tilang palsu.

Pelaku penipuan kerap mengatasnamakan kepolisian dan mengirimkan pesan melalui WhatsApp atau pesan singkat.

Kombes Pol Pratama Adhyasastra menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah mengirimkan pemberitahuan tilang melalui pesan elektronik pribadi.

Seluruh proses penindakan dilakukan secara resmi dan transparan sesuai prosedur yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan aparat kepolisian.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA