Jatengvox.com – Persiapan Mudik Lebaran 2026 diminta dilakukan lebih matang dan menyeluruh. Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan pemerintah tidak boleh mengulang persoalan klasik yang kerap muncul setiap musim mudik, mulai dari jalan rusak hingga kemacetan panjang di titik-titik krusial.
Menurut legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, lonjakan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran menuntut kesiapan infrastruktur yang optimal, terutama pada jalur darat yang masih menjadi pilihan utama masyarakat.
“Keselamatan dan kenyamanan pemudik harus menjadi prioritas utama. Persiapan tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” kata Sudjatmiko, Minggu, 1 Februari 2026.
Sudjatmiko menekankan, salah satu fokus penting dalam persiapan mudik adalah percepatan preservasi jalan nasional dan jalan tol. Ia meminta seluruh perbaikan jalan diselesaikan tepat waktu sebelum puncak arus mudik 2026.
“Pemerintah harus memastikan tidak ada jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Preservasi harus dikerjakan cepat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kondisi jalan yang mulus, menurut dia, tidak hanya berdampak pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap angka kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat saat mudik.
Selain jalan nasional, kesiapan ruas jalan tol juga menjadi sorotan. Sudjatmiko mengapresiasi langkah PT Jasa Marga yang berencana mengoperasikan empat ruas jalan tol secara fungsional selama periode Mudik Lebaran 2026.
Tol fungsional tersebut dapat digunakan masyarakat tanpa dipungut biaya. Menurut Sudjatmiko, kebijakan ini strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama.
“Langkah ini patut diapresiasi karena memberi alternatif jalur bagi pemudik dan membantu mengurangi kemacetan,” katanya.
Salah satu ruas tol yang akan difungsionalkan adalah Tol Yogyakarta–Bawen. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, sebelumnya telah meninjau langsung ruas tersebut pada Jumat, 23 Januari 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut Agus, tol fungsional Yogyakarta–Bawen diharapkan mampu memecah kepadatan kendaraan dari arah Jakarta maupun Semarang menuju Solo dan Yogyakarta—dua destinasi mudik favorit setiap Lebaran.
“Nantinya arus dari Semarang menuju Solo dan Yogyakarta bisa dialihkan melalui tol fungsional maupun jalur arteri,” ujarnya.
Agus menambahkan, kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara fleksibel dan situasional, mulai dari pengalihan arus, sistem satu arah (one way), hingga contraflow jika diperlukan.
“Dengan adanya tol fungsional ini, bangkitan arus bisa lebih terurai sehingga rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara efektif,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Bawen–Ambarawa telah mencapai sekitar 90 persen.
Ia memastikan, tol tersebut siap difungsionalkan pada momentum Mudik Lebaran 2026. Pekerjaan konstruksi utama, termasuk struktur elevasi, telah rampung.
“Konstruksi elevasi sudah selesai. Sisa pekerjaan masih bisa dikejar sehingga tol ini siap digunakan secara fungsional,” ujar Rivan.
Editor : Murni A














