DPR Ingatkan Ancaman Geopolitik Global 2025, Strategi Pertahanan Dinilai Mendesak

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Dinamika geopolitik global sepanjang 2025 dinilai tidak bisa lagi dipandang sebagai isu yang jauh dari kepentingan nasional.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa berbagai konflik dan ketegangan internasional harus menjadi alarm serius bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kesiapan pertahanan negara.

Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, situasi global saat ini bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.

Negara yang tidak memiliki perencanaan pertahanan matang berisiko tertinggal dalam menghadapi ancaman yang bisa muncul kapan saja, baik dalam bentuk konflik terbuka maupun tekanan geopolitik terselubung.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Latih Siswa SDN 02 Watuagung Dasar-Dasar Penggunaan Komputer

TB Hasanuddin menyoroti sejumlah peristiwa internasional yang mencerminkan rapuhnya stabilitas dunia.

Konflik di kawasan Asia Tenggara hingga ketegangan politik di Amerika Latin menunjukkan bahwa eskalasi bisa terjadi tanpa banyak peringatan.

Menurutnya, kejadian-kejadian tersebut seharusnya mendorong Indonesia untuk menilai ulang sejauh mana kesiapan nasional dalam menghadapi kemungkinan terburuk.

“Ini menjadi peringatan penting untuk melihat kekuatan pertahanan kita, apakah sudah cukup siap atau justru masih memiliki banyak celah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perubahan peta konflik global menuntut negara-negara untuk lebih adaptif, termasuk dalam memperkuat sistem pertahanan dan pengambilan keputusan strategis.

Baca juga:  Jejak Sejarah Transmigrasi Jawa Tengah di Lampung, Ahmad Luthfi Sambangi Desa Bagelen

Di dalam negeri, TB Hasanuddin mencatat setidaknya dua isu utama yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah.

Pertama, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dinilai masih belum sepenuhnya terencana dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan pengadaan yang tidak berbasis strategi jangka panjang berpotensi menimbulkan beban fiskal besar tanpa memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan pertahanan nasional.

Kedua, terkait pembentukan Batalion Teritorial Pembangunan dengan fungsi nontempur.

Menurutnya, kebijakan tersebut masih memerlukan penjelasan yang lebih jelas mengenai urgensi, tujuan, serta kontribusinya terhadap sistem pertahanan negara secara keseluruhan.

Baca juga:  Mahasiswa Pascasarjana UI Didorong Kritis Hadapi Dinamika Politik Oligarki dan Era Digital

Atas dasar itu, TB Hasanuddin menegaskan bahwa penyusunan dokumen kebijakan umum strategi pertahanan negara harus menjadi prioritas utama pemerintah pada 2026.

Tanpa dokumen yang komprehensif dan terukur, pembangunan kekuatan pertahanan dinilai berisiko kehilangan arah dan minim akuntabilitas.

Ia mengingatkan bahwa strategi pertahanan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan alutsista, postur militer, hingga kerja sama pertahanan internasional.

“Tanpa strategi yang jelas, kemampuan Indonesia dalam menangkal ancaman militer asing bisa melemah, terutama di tengah situasi global yang semakin kritis,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:45 WIB

Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau

Berita Terbaru