Menko PM Ajak Kemensos dan Dinas Pendidikan Wujudkan Akses Setara bagi Anak Disabilitas

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meminta Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperbanyak jumlah sekolah inklusi di seluruh Indonesia.

Langkah ini dinilai penting agar hak pendidikan bagi anak penyandang disabilitas bisa terpenuhi secara merata.

Permintaan itu disampaikan Muhaimin saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Inklusif Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Jumat (7/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungannya, ia menerima banyak laporan dari orang tua yang mengeluhkan sulitnya akses pendidikan bagi anak-anak mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Saya minta kepada Kemensos untuk mendesain ulang kebutuhan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jumlah sekolah inklusi harus betul-betul memadai,” ujar Muhaimin.

Baca juga:  Pererat Silaturahmi, Pimpinan Komunitas Pemuda Pelopor Demokrasi Berdiskusi Hangat Dengan Para Santri

Muhaimin menilai, keterbatasan jumlah sekolah inklusif menjadi penyebab utama banyak anak disabilitas yang tertinggal dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, hal ini bukan hanya persoalan fasilitas, tapi juga menyangkut keadilan sosial yang harus diwujudkan oleh negara.

Ia menegaskan perlunya peningkatan anggaran di Kementerian Sosial agar pembangunan sekolah inklusi bisa menjangkau lebih banyak daerah.

“Nanti saya akan ingatkan langsung agar Kemensos membuat desain yang konkret. Begitu juga Dinas Pendidikan di daerah, harus punya rancangan pendidikan untuk saudara-saudara kita yang difabel,” katanya.

Di sisi lain, Muhaimin melihat adanya perubahan positif dalam kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif. Ia mencontohkan beberapa wilayah seperti Jakarta yang kini sudah mulai banyak memiliki sekolah ramah disabilitas.

Baca juga:  Pelindo Parepare Layani 105 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

“Itu artinya kesadaran masyarakat mulai meningkat. Saya berharap, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di semua daerah di Indonesia,” ujarnya optimis.

Bagi Muhaimin, sekolah inklusi bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol keadilan sosial. Ia menilai setiap lembaga pendidikan wajib memastikan tidak ada diskriminasi terhadap anak-anak difabel, baik secara langsung maupun terselubung.

Ketua Rumah Inklusif Kabupaten Kebumen, Nyai Muinatul Khoiriyah, turut menyampaikan aspirasinya agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas.

Menurutnya, keluarga dengan anak difabel seharusnya menjadi prioritas dalam setiap program sosial yang dijalankan pemerintah.

Baca juga:  Internship di Hong Kong, Mahasiswa BINUS @Bekasi Asah Pengalaman Global

“Tolonglah, salah satu syarat utama dalam program pemerintah itu adalah keluarga yang memiliki anak difabel. Kami berharap keluarga-keluarga seperti ini mendapat perhatian utama,” ujar Nyai Muinatul.

Ia menegaskan, perjuangan yang dilakukan Rumah Inklusif Kebumen bukan hanya untuk lembaganya, melainkan untuk seluruh keluarga yang menghadapi tantangan serupa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memohon dukungan dari berbagai pihak agar perjuangan keluarga penyandang disabilitas terus berlanjut dan membawa perubahan nyata.

“Mimpi-mimpi para keluarga ini bukan mimpi seorang Iin saja, tapi harapan seluruh keluarga di mana pun agar anak-anak kami yang lemah tidak semakin dilemahkan. Harapan kami, pemerintah hadir dan memberi penguatan,” tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Berita Terbaru