Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah pusat menetapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai sektor utama dalam pemulihan permukiman pascabencana di wilayah Sumatra.

Penetapan ini menjadi bagian dari hasil Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra yang digelar di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Keputusan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak sekadar membangun kembali rumah warga terdampak, tetapi juga memastikan kawasan hunian yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan di wilayah yang selama ini rentan terhadap bencana alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti kondisi geografis sejumlah daerah di Sumatra yang berada di kawasan rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Baca juga:  Barang Ringan Tapi Ongkir Mahal? Trik Hitung Volume Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri

Menurutnya, percepatan relokasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda demi keselamatan masyarakat.

“Untuk sektor permukiman, leading sector utamanya adalah Kementerian PKP di bawah Menteri Maruarar Sirait,” ujar Tito dalam rapat koordinasi tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan rumah rusak secara akurat dan cepat. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Sosial agar bantuan tidak terlambat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh mengulang kesalahan lama. Pembangunan kembali permukiman, menurutnya, harus berbasis mitigasi dan adaptasi risiko bencana.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarakkan Hari Santri Nasional di SD Negeri 1 Cening

AHY meminta agar evaluasi tata ruang dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan lahan hunian tetap (huntap) benar-benar clean and clear dari persoalan hukum maupun konflik kepemilikan.

“Langkah ini penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan, terutama di wilayah rawan bencana. Penguatan bisa dilakukan melalui rehabilitasi daerah aliran sungai serta relokasi permukiman yang tidak layak dibangun kembali,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai krusial agar pembangunan pascabencana tidak justru menempatkan warga kembali ke zona berisiko tinggi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan kesiapan jajarannya untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Resmi Mengakhiri Pengabdian di Desa Margosari Lewat Acara Penarikan dan Malam Perpisahan

Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan pembangunan harus sejalan dengan aspek keamanan, legalitas, dan keberlanjutan sosial.

“Huntap yang dibangun harus aman dari bencana, tidak bermasalah secara hukum, serta dekat dengan ekosistem kehidupan warga, seperti akses pekerjaan, pendidikan, dan layanan dasar,” kata Maruarar.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB