Jatengvox.com – Kebudayaan kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga identitas dan persatuan bangsa Indonesia.
Di tengah dinamika sosial, politik, dan globalisasi yang terus bergerak cepat, budaya hadir sebagai titik temu lintas latar belakang masyarakat.
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menilai, kebudayaan bukan hanya tentang masa lalu, melainkan kekuatan hidup yang menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam.
Ia menekankan, budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat rasa kebangsaan sekaligus memperkenalkan Indonesia ke dunia.
Sejak resmi berdiri pada akhir 2024, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mencatat sejumlah capaian penting.
Meski masih berada dalam fase adaptasi, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan, berbagai program kebudayaan mulai menunjukkan hasil.
Menurut Giring, eksistensi budaya Indonesia kini semakin terlihat, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mulai mendapat tempat dalam percakapan budaya global.
“Sekarang kebudayaan Indonesia juga sudah mulai bermunculan. Tidak hanya di Indonesia saja, tapi sudah bisa menjadi bagian dari kebudayaan di dunia,” ujar Giring dalam Taklimat Media Refleksi 2025, Kebijakan 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menilai, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa kebudayaan Indonesia memiliki daya saing sekaligus relevansi di tengah arus global.
Giring menegaskan, kemajuan kebudayaan nasional tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, mulai dari budayawan, komunitas seni, generasi muda, media, pemerintah daerah, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam konteks itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem pendanaan kebudayaan agar lebih terbuka dan inklusif.
Skema pendanaan tidak hanya diarahkan pada pelestarian, tetapi juga pengembangan serta pemanfaatan kebudayaan secara berkelanjutan.
“Pendanaan mencakup pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan secara menyeluruh,” kata Giring.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat, sekaligus memberi ruang tumbuh bagi ekosistem budaya di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa arah kebijakan budaya ke depan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Budaya tidak cukup hanya dijaga dan dilindungi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa kehilangan nilai dan jati diri bangsa.
“Ke depan, kebijakan budaya Indonesia menjadikan budaya sebagai penguat identitas sumber kesejahteraan. Tidak hanya pelindungan dalam arti kita memelihara saja, tetapi bagaimana mengembangkan dan memanfaatkan,” ujar Fadli Zon.
Pemanfaatan budaya tersebut mencakup penguatan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata berbasis budaya, hingga diplomasi kebudayaan di tingkat internasional.
Editor : Murni A














