Produktivitas Pangan Jateng Lampaui Target 2025, Siap Jadi Penopang Swasembada Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Jawa Tengah kembali menegaskan perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama Indonesia. Sepanjang 2025, produktivitas sektor pertanian di provinsi ini tidak hanya memenuhi target pemerintah pusat, tetapi juga menjadi fondasi awal menuju swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional pada 2026.

Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi Jawa Tengah dalam menjaga sektor pertanian di tengah tantangan iklim, dinamika harga, hingga tekanan alih fungsi lahan.

Dengan kontribusi signifikan pada produksi padi, jagung, dan kedelai, provinsi ini kian kokoh sebagai penumpu pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, hingga November 2025 produktivitas padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Angka ini setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG), berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen mencapai 1.673.012 hektare.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah dalam tiga besar provinsi penyumbang produksi padi nasional. Lebih dari itu, angka tersebut telah melampaui target pemerintah pusat yang mematok produksi padi Jawa Tengah di kisaran 11 juta ton GKP pada 2025.

Baca juga:  Jelang Nataru, Gubernur Jateng Pastikan Rest Area Siap Layani Jutaan Pemudik

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut capaian ini sebagai modal penting menghadapi tahun berikutnya.

Menurutnya, keberhasilan memenuhi target bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk peningkatan produktivitas yang lebih berkelanjutan.

“Target pusat sudah terpenuhi. Ini menjadi dasar yang baik untuk menghadapi tantangan 2026 dan menyongsong swasembada pangan,” ujar Luthfi di Semarang, Rabu (31/12/2025).

Tak hanya padi, komoditas strategis lain juga menunjukkan performa kuat. Sepanjang 2025, produktivitas jagung di Jawa Tengah mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare.

Capaian ini menjadikan Jawa Tengah sebagai kontributor jagung terbesar kedua secara nasional.

Sementara itu, produksi kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare, sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor kedelai terbesar nasional.

Baca juga:  Ekspor Jateng Januari–Oktober 2025 Tumbuh 9,18 Persen, Amerika Serikat Masih Jadi Pasar Utama

Angka ini cukup penting mengingat kedelai merupakan bahan baku utama berbagai kebutuhan pangan masyarakat, mulai dari tempe hingga tahu.

Kombinasi performa tiga komoditas utama tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Jawa Tengah tidak bertumpu pada satu jenis pangan saja, tetapi memiliki struktur produksi yang relatif seimbang.

Dalam peta jalan pembangunan daerah, Jawa Tengah ditargetkan mampu mencapai swasembada pangan pada 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai penyangga pangan nasional.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah provinsi telah menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung pertanian sejak 2025.

Mulai dari perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi sarana produksi, hingga peningkatan akses petani terhadap teknologi pertanian terus dilakukan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah luas lahan secara signifikan.

Di sisi lain, Gubernur Ahmad Luthfi juga menegaskan pentingnya perlindungan lahan pertanian.

Ia meminta agar lahan hijau tidak dialihfungsikan, serta mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Baca juga:  Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Terbukti Perkuat Ekonomi Desa di Jawa Tengah

“Menjaga luas lahan pertanian adalah kunci. Tanpa itu, peningkatan produksi akan sulit dicapai secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dari sisi ketersediaan dan distribusi, Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY memastikan stok pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman.

Hingga akhir 2025, stok beras di wilayah Jawa Tengah tercatat mencapai 339.094 ton, dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga Juni 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Jateng–DIY, Sri Muniati, menyampaikan bahwa realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 mencapai 397.905 ton, atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik. Ketersediaan sangat cukup dan harga relatif stabil,” ujar Sri Muniati usai bertemu Gubernur Jawa Tengah.

Namun demikian, ia mengakui bahwa penyerapan hasil panen tidak bisa dilakukan Bulog seorang diri. Dukungan lintas sektor menjadi faktor kunci agar hasil produksi petani dapat terserap maksimal di dalam daerah.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau
Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan
PD Salimah Kendal Resmi Dilantik, Perkuat Peran Muslimah Lewat Literasi Keuangan di Milad ke-20
Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto Diresmikan di Semarang, Warisan Sejarah untuk Generasi Muda
Pariwisata Jawa Tengah Melesat, Aglomerasi Destinasi dan Desa Wisata Jadi Kunci
Pemprov Jateng Matangkan Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:24 WIB

Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:15 WIB

Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau

Senin, 12 Januari 2026 - 20:11 WIB

Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:24 WIB

PD Salimah Kendal Resmi Dilantik, Perkuat Peran Muslimah Lewat Literasi Keuangan di Milad ke-20

Berita Terbaru