Duduk Santai di Rosali, Irham Kahfi dan Puthut EA Bahas “Mentalitet Korea” ala Bambang Pacul

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Suasana santai menyelimuti lobi luar kafe Hotel Rosali Situbondo pada malah hari saat Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Situbondo, Irham Kahfi Yuniansah, bertemu dengan penulis sekaligus Kepala suku Mojok.co, Puthut EA.

Pertemuan yang hangat ini bukan sekadar temu kangen biasa, melainkan menjadi ruang dialog kritis mengenai dinamika politik terkini. Fokus pembicaraan keduanya tertuju pada fenomena “Mentalitet Korea”, sebuah istilah yang dipopulerkan oleh politisi senior PDI Perjuangan, Bambang “Pacul” Wuryanto.

Irham Kahfi menyoroti bagaimana narasi “Korea” dalam politik Indonesia menjadi simbol bagi mereka yang berjuang dari lapisan bawah (rakyat jelata) untuk mencapai posisi strategis tanpa harus memiliki privilage darah biru atau kekayaan melimpah sejak lahir.

Baca juga:  Ketika Kritik Dipenjara, yang Sesungguhnya Sedang Ditahan Adalah Kebebasan

“Bagi kami di PA GMNI, melihat konsep Mentalitet Korea yang digaungkan Mas Pacul adalah tentang daya juang. Bagaimana seseorang memiliki disiplin, loyalitas, dan mentalitas pantang menyerah meski datang dari latar belakang yang bukan siapa-siapa,” ujar Irham di sela-sela seruput kopinya.

Puthut EA, yang dikenal tajam dalam membedah fenomena sosial-budaya, memberikan bumbu menarik dalam obrolan tersebut. Menurutnya, istilah “Korea” bukan sekadar istilah politik biasa, melainkan sebuah antitesis terhadap gaya politik yang kaku dan elitis.

“Mentalitet ini sebenarnya sangat dekat dengan napas pergerakan. Ada unsur kesetiaan pada pimpinan (komandan) dan keberanian untuk bertarung di medan sesulit apa pun. Situbondo, dengan karakteristik masyarakatnya yang religius-nasionalis, punya potensi besar untuk melahirkan figur-figur ‘Korea’ yang tangguh, karena Situbondo sangat dekat dengan Madura maka mungkin saja Korea Madura akan lahir di Kabupaten ini” ungkap Puthut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Dorong Revitalisasi BUMDes Jatijajar

Dalam pertemuan tersebut, Irham Kahfi juga menekankan bahwa relevansi “Mentalitet Korea” bagi alumni maupun kader GMNI di Situbondo terletak pada penguatan akar rumput. Ia berharap semangat ini bisa diadopsi untuk membangun kemandirian ekonomi dan politik di daerah.

Diskusi yang berlangsung hangat hingga malam itu diakhiri dengan kesepahaman bahwa politik harus tetap memiliki sisi humanis dan sedikit “rasa seni”, sebagaimana yang sering dipraktikkan oleh para tokoh nasional dalam menjaga soliditas kelompok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penguatan Industri Kreatif Kota Malang dalam Era Pasca-Pandemi: Tantangan Struktural dan Arah Kebijakan
Manajemen Reputasi Selebriti di Tengah Badai Digital: Studi Kasus Inara Rusli dan Strategi Pemulihan Citra Pascakrisis Moral
Pentingnya Literasi Media Digital di Tengah Arus Informasi yang Cepat
Pendidikan Karakter: Fondasi Utama untuk Generasi yang Tangguh dan Bermoral
Ketika Kritik Dipenjara, yang Sesungguhnya Sedang Ditahan Adalah Kebebasan
Milad 113 Muhammadiyah, Haedar Nashir: Kesejahteraan Harus Merata
Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Dorong Revitalisasi BUMDes Jatijajar
Membangun dari Bawah: Peran Tak Tergantikan Pemerintah Desa dalam Transformasi Nasional

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:38 WIB

Penguatan Industri Kreatif Kota Malang dalam Era Pasca-Pandemi: Tantangan Struktural dan Arah Kebijakan

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:26 WIB

Manajemen Reputasi Selebriti di Tengah Badai Digital: Studi Kasus Inara Rusli dan Strategi Pemulihan Citra Pascakrisis Moral

Senin, 29 Desember 2025 - 16:00 WIB

Duduk Santai di Rosali, Irham Kahfi dan Puthut EA Bahas “Mentalitet Korea” ala Bambang Pacul

Sabtu, 27 Desember 2025 - 08:54 WIB

Pentingnya Literasi Media Digital di Tengah Arus Informasi yang Cepat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:30 WIB

Pendidikan Karakter: Fondasi Utama untuk Generasi yang Tangguh dan Bermoral

Berita Terbaru