GPM Jateng Digelar 2.436 Kali, Omzet Tembus Rp45,7 Miliar Sepanjang 2025

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengintensifkan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sepanjang Januari hingga 19 Desember 2025, program ini telah digelar sebanyak 2.436 kali di seluruh kabupaten dan kota, dengan total omzet mencapai Rp45,7 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peran strategis GPM sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus bentuk kehadiran negara di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang kerap terjadi, terutama menjelang momen besar seperti Natal dan Tahun Baru.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan GPM dirancang untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tanpa mengorbankan kesejahteraan petani dan produsen.

Baca juga:  KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Pembuatan Poster Kreatif Melalui Canva sebagai Media Edukasi Digital

“Melalui kegiatan ini, total omzetnya mencapai Rp45,7 miliar. Artinya, perputaran ekonomi berjalan, masyarakat terbantu, dan petani tetap mendapatkan harga yang layak,” ujar Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Penjualan Pangan Murah bagi Komunitas Ojek Online bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Gudang Perum Bulog Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (19/12/2025).

Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas strategis dijual dalam GPM, mulai dari beras, jagung, minyak goreng, daging, hingga bahan pangan pokok lain yang sempat mengalami lonjakan harga di pasaran.

Taj Yasin menegaskan, GPM bukan sekadar operasi pasar murah. Program ini juga menjadi bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menahan laju kenaikan harga, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen.

Baca juga:  Kemenkes dan KKI Perkuat Sinergi untuk Jaga Profesionalisme Tenaga Medis Nasiona

Sebagian bahan pangan yang dijual dalam GPM dibeli langsung oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari petani.

Skema ini dinilai efektif karena petani memperoleh harga yang wajar, sementara masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih rendah dibanding pasar.

“Penyaluran subsidi pangan seperti ini jelas sangat bermanfaat. Harapannya, harga-harga yang berpotensi melonjak bisa kita kendalikan sejak awal,” ujarnya.

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, GPM menjadi salah satu langkah utama Pemprov Jateng dalam mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Kegiatan Posyandu di Dusun Krajan Desa Peron

Menurut Taj Yasin, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pengamanan pasokan pangan agar masyarakat bisa menyambut Nataru dengan tenang, tanpa rasa khawatir terhadap ketersediaan maupun harga bahan pokok.

“Kita bisa lihat kondisi gudang Bulog, masih aman dan terkendali. Insyaallah ketersediaan pangan mencukupi,” katanya.

Lebih lanjut, Taj Yasin menyampaikan bahwa kondisi produksi pangan di Jawa Tengah hingga akhir 2025 masih berada dalam situasi surplus. Bahkan, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional terbesar, menempati posisi nomor dua secara nasional.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan
DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama
Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:20 WIB

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:09 WIB

DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru