Dua Inovasi Jateng Raih Penghargaan OPSI-KIPP 2025, Dari Layanan Kesehatan hingga UMKM

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025, dua inovasi unggulan dari Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Peresmian Mal Pelayanan Publik Triwulan IV sekaligus penganugerahan OPSI-KIPP 2025, di Kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan nasional adalah E-Va Centil (Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan), sistem layanan klaim BPJS Kesehatan yang dikembangkan oleh RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Inovasi ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan di sektor kesehatan, khususnya dalam validasi klaim BPJS.

Sejak diterapkan pada Maret 2018, E-Va Centil terbukti membawa perubahan signifikan. Proses klaim yang sebelumnya rawan keterlambatan dan kesalahan data kini menjadi jauh lebih cepat dan akurat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh rumah sakit, tetapi juga langsung menyentuh pasien.

Baca juga:  Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, TP PKK Jateng Fokus Bangun Keluarga Berdaya di 2026

Data menunjukkan, rata-rata lama rawat inap pasien menurun drastis, beban pembiayaan rumah sakit berkurang miliaran rupiah, hingga klaim BPJS dapat dibayarkan 100 persen tanpa kehilangan data. Bahkan, kesalahan perbaikan data klaim yang sebelumnya berulang kini hampir tidak terjadi.

Lebih jauh, inovasi ini turut berkontribusi pada peningkatan indikator kesehatan masyarakat, termasuk naiknya angka harapan hidup dan membaiknya indeks reformasi birokrasi di Jawa Tengah.

Penghargaan OPSI lainnya diraih melalui Hetero Space, inovasi yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Berbeda dengan E-Va Centil yang fokus pada layanan kesehatan, Hetero Space hadir sebagai ruang kolaborasi bagi anak muda dan komunitas kreatif untuk berkembang secara ekonomi.

Baca juga:  Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah 2025 Lampaui Nasional, Investasi Capai Rp66 Triliun

Hetero Space dirancang bukan sekadar sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai ekosistem. Di dalamnya, anak muda bisa belajar membangun usaha, memperluas jejaring, hingga berkolaborasi lintas sektor.

Sejak 2020 hingga 2022, tiga Hetero Space telah aktif di Kota Semarang, Surakarta, dan Kabupaten Banyumas dengan total anggota lebih dari 7.000 orang.

Beragam program dijalankan, mulai dari pendampingan startup, pelatihan bisnis, penguatan koperasi, hingga program khusus pemberdayaan perempuan dan desa.

Hasilnya pun nyata. Tingkat pertumbuhan wirausaha baru meningkat signifikan, rasio kewirausahaan daerah naik, serta memberikan kontribusi ekonomi hingga ratusan juta rupiah bagi daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut penghargaan OPSI-KIPP 2025 sebagai bentuk pengakuan atas kerja nyata jajaran pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir.

Baca juga:  BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

“Ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah, baik di sektor kesehatan maupun UMKM, untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap inovasi yang lahir di Jawa Tengah tidak berhenti sebagai program lokal, tetapi dapat direplikasi dan diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Menteri PAN-RB RI, Rini Widyantini, menyampaikan bahwa OPSI-KIPP merupakan bentuk apresiasi bagi instansi pemerintah yang benar-benar menghadirkan inovasi berdampak. Dari ribuan proposal yang masuk, hanya sebagian kecil yang akhirnya terpilih sebagai penerima penghargaan.

“Harapannya, inovasi tidak berhenti setelah menerima penghargaan. Justru harus terus dijalankan dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah
Puluhan Bencana Landa Jawa Tengah, Pemprov Perkuat Penanganan hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem
Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Banjir–Longsor Pemalang Berjalan Menyeluruh
Jawa Tengah Sumbang 116 Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Pemprov Jateng Tegaskan Longsor di Lereng Gunung Slamet Murni Faktor Alam, Bukan Dampak Tambang
Modifikasi Cuaca di Pantura Jateng, 1 Ton Garam Disemai untuk Tekan Risiko Banjir
BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:23 WIB

Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:43 WIB

Puluhan Bencana Landa Jawa Tengah, Pemprov Perkuat Penanganan hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:51 WIB

Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Banjir–Longsor Pemalang Berjalan Menyeluruh

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:01 WIB

Jawa Tengah Sumbang 116 Medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:13 WIB

Pemprov Jateng Tegaskan Longsor di Lereng Gunung Slamet Murni Faktor Alam, Bukan Dampak Tambang

Berita Terbaru