DPR RI Desak Pemerintah Perkuat Respons Bencana di Sumatra, Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Des 2025 09:34 2 jatengvox

Jatengvox.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyerukan agar pemerintah pusat maupun daerah memperkuat koordinasi dalam menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Ia menegaskan, keselamatan warga terdampak harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

Puan menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025).

Menurutnya, fase darurat yang kini berlangsung harus direspons dengan langkah cepat, terukur, dan mengutamakan upaya penyelamatan warga yang masih berada di lokasi rawan.

“Fokus utamanya tetap pada penyelamatan dan pemulihan korban,” ujarnya, menekankan bahwa berbagai instansi pemerintah diminta memperkuat sinergi selama masa krisis.

Dalam rangka memastikan penanganan bencana berjalan efektif, Komisi IV DPR sebelumnya telah memanggil Menteri Kehutanan untuk melakukan evaluasi awal.

Baca juga:  KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik

Namun Puan menjelaskan, pembahasan mendalam mengenai hasil evaluasi tersebut baru akan dilakukan setelah situasi di lapangan dinyatakan lebih terkendali.

Meski begitu, ia memastikan seluruh kementerian dan lembaga terkait sudah bekerja semaksimal mungkin.

“Kami yakin semua pihak telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Teman-teman di DPR pun berusaha membantu sebisa mungkin,” ujarnya.

Evaluasi memang menjadi tahapan penting, namun Puan menekankan bahwa keselamatan jiwa tetap jauh lebih penting dibandingkan perdebatan teknis.

Dalam situasi darurat, katanya, tindakan cepat dan koordinasi lintas sektor adalah kunci.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Ikuti Kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon di Embung Sebligo Lerep

Di sisi lain, dukungan terhadap masyarakat terdampak juga datang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa lembaganya telah menurunkan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Menurut Dadan, terdapat 276 SPPG yang masih aktif melayani pengungsi hingga saat ini. Unit-unit tersebut bertugas menyediakan makanan bergizi bagi seluruh kelompok rentan, bukan hanya anak-anak.

“Kami memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi, karena dalam kondisi darurat, layanan ini harus menjangkau semua warga tanpa kecuali,” katanya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Perkuat Pendidikan Keagamaan di Desa Kalirejo

SPPG merupakan infrastruktur khusus yang dirancang pemerintah untuk menangani situasi krisis pangan dan gizi.

Keberadaan unit ini dinilai sangat membantu ketika akses masyarakat terhadap makanan sehat terganggu akibat bencana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA