Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Ke-85 Posko 17 UIN Walisongo Semarang terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekosistem digital melalui penyelenggaraan “Workshop pemanfaatan inovasi dan pemasaran produk lokal alpukat”.
Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk mendukung pengembangan inovasi lokal berupa Teh dari Biji Alpukat, yang tengah diinisiasi sebagai salah satu produk unggulan Desa Salamsari.
Workshop yang berlangsung pada Jumat pagi ini dipusatkan di Balai Desa Salamsari dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat terutama dari kalangan ibu-ibu PKK dan Pelaku UMKM.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.15 WIB dan dilanjutkan pembukaan acara oleh Master of Ceremony.
Rangkaian awal kegiatan ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan serta pernyataan kesiapan seluruh peserta dalam mengikuti agenda edukasi yang bersifat strategis ini.
Dalam sambutan resmi, perangkat desa menyampaikan apresiasi terhadap dukungan akademik yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo, terutama dalam memperkenalkan praktik literasi digital sebagai keterampilan penting bagi masyarakat di era transformasi teknologi.
Ketua Koordinasi Desa turut menegaskan bahwa inovasi Teh Biji Alpukat merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal yang membutuhkan dukungan promosi digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Pelaksana KKN Posko 17 juga menyampaikan bahwa workshop ini menjadi bentuk komitmen mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu akademik dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Usai sesi sambutan, peserta disajikan tayangan video pendek yang memberikan ilustrasi mengenai peran teknologi digital dalam memperkuat industri kreatif dan UMKM.
Video tersebut menjadi pengantar untuk memahami urgensi pemanfaatan media sosial dalam memperkenalkan produk lokal kepada publik, terutama dalam konteks persaingan ekonomi yang semakin berbasis digital.
Materi utama workshop disampaikan oleh Ibu Vina Inayatuszulfa, M.Pd., yang memaparkan secara komprehensif mengenai konsep literasi digital, pemanfaatan fitur media sosial untuk kepentingan branding, hingga strategi pengelolaan konten yang efektif.
Beliau menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar keterampilan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, membuat konten yang kredibel, serta menyusun strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Dalam pemaparannya, Ibu Vina memberikan contoh konkret bagaimana produk lokal seperti Teh Biji Alpukat dapat diposisikan sebagai inovasi yang memiliki nilai jual tinggi melalui pendekatan storytelling, visualisasi yang menarik, serta pemanfaatan berbagai platform digital.
Pendekatan tersebut diyakini efektif untuk meningkatkan daya tarik konsumen sekaligus memperluas basis pemasaran, terutama di kalangan masyarakat urban yang memiliki kecenderungan memilih produk alami dan inovatif.
Setelah penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis. Peserta mengajukan beragam pertanyaan mengenai teknik fotografi produk, penyusunan narasi promosi, pemilihan platform media sosial yang tepat, hingga strategi menjaga kontinuitas unggahan agar tetap menjangkau audiens.
Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan adanya kesadaran baru mengenai pentingnya literasi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM di tingkat desa.
Workshop diakhiri dengan dokumentasi kegiatan dan penutupan resmi oleh MC pada pukul 10.15 WIB.
Panitia KKN Posko 17 menyampaikan harapan agar keterampilan digital yang diperoleh dalam workshop ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk pengembangan Teh Biji Alpukat tetapi juga untuk berbagai potensi lokal lainnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Desa Salamsari mampu memperkuat posisinya sebagai desa yang siap bertransformasi menuju era ekonomi digital.
Penyelenggaraan workshop ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperluas akses literasi digital, mendorong daya saing produk lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui inovasi yang berkelanjutan.
Editor : Murni A













