Mahasiswa KKN Posko 22 Edukasi Warga Ngabean Bikin Sabun Eco-Enzyme

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler 85 Posko 22 Desa Ngabean menggelar workshop pembuatan sabun berbahan dasar eco-enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah organik.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun dan bertujuan mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat bagi kebersihan rumah dan lingkungan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PKK Desa Ngabean yang menyoroti kondisi kesehatan lingkungan.

Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait kasus Demam Berdarah yang mengalami peningkatan.

“Kasus penyakit Demam Berdarah di desa kita mengalami peningkatan. Ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap ibu-ibu semakin sadar pentingnya mengelola sampah organik yang dapat diolah kembali supaya lingkungan desa kita tetap sehat dan bersih,” ujarnya.

Baca juga:  KKN MB Posko 62 UIN Walisongo Sukses Gelar Pelatihan Merajut Tas bagi Ibu-Ibu Fatayat Desa Sukodadi

Kepala Desa Ngabean turut memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya menjaga kondisi lingkungan di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Kondisi lingkungan akhir-akhir ini benar-benar tidak menentu. Perubahan cuaca ekstrem tentu berdampak pada kesehatan warga. Karena itu, menjaga kebersihan bukan sekadar imbauan, tetapi kebutuhan bersama agar kita terhindar dari berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah yang sedang meningkat,” jelasnya.

Materi workshop disampaikan oleh Ibu Zhaqraf Maulida, S.Pd.I., yang menjelaskan bahwa eco-enzyme adalah cairan alami hasil fermentasi kulit buah, molase, dan air.

Ia merekomendasikan penggunaan kulit buah untuk pemula karena sisa sayuran cenderung menghasilkan bau tidak sedap jika prosesnya belum benar.

Perbandingan bahan yang digunakan adalah 3:1:10, yakni 3 kg kulit buah, 1 kg molase, dan 10 liter air, dengan masa fermentasi selama tiga bulan. Ia menambahkan bahwa semakin beragam jenis kulit buah yang digunakan, semakin baik kualitas eco-enzyme yang dihasilkan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Ajarkan Pembuatan Lilin Aromatik ke Ibu-Ibu PKK di Desa Timpik

Dalam pemaparan, pemateri juga menyoroti manfaat eco-enzyme yang sangat luas.

“Eco-enzyme ini seperti avatar, bisa bermanfaat di udara, air, dan tanah,” tuturnya.

Setelah penyampaian materi, peserta diajak mempraktikkan langsung cara membuat eco-enzyme mulai dari mencampur bahan, menutup fermentor dengan plester, memberi lima tusukan jarum agar tidak meledak, hingga memberi label tanggal pembuatan dan panen.

Setelah sesi pembuatan eco-enzyme, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat sabun cair ramah lingkungan.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan menggunakan bahan-bahan seperti larutan MES, Texapone, Garam, ABS, EDTA, Eco-enzyme, serta Bibit Parfum.

Baca juga:  Cegah Penyakit Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Teknik Cuci Tangan Pakai Sabun di TK Dharma Rini

MES atau metil ester surfaktan diperkenalkan sebagai bahan utama sabun yang ramah lingkungan karena berasal dari minyak nabati, sedangkan texapone berfungsi sebagai penambah busa.

Seluruh bahan kemudian dicampur dan diaduk bersama empat liter air hingga menjadi sabun cair siap pakai.

Peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan sabun. Salah satu peserta, Bu Nurwati, menyampaikan kesannya, “Kami sangat senang bisa belajar langsung cara membuat sabun dari eco-enzyme. Selain ramah lingkungan, bahannya juga mudah didapat dan bisa kami praktikkan di rumah.”

Melalui workshop ini, mahasiswa KKN Posko 22 berharap masyarakat Desa Ngabean semakin termotivasi mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang.

Penulis : Riztiyana Maharani

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan
DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama
Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:20 WIB

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:09 WIB

DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru