Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 3 mengajak siswa kelas 5 SDN Banyuringin 01 berkreasi melalui Pelatihan Ecoprint pada Kamis, 13 November 2025.
Senyum ceria dan batu kecil memenuhi halaman sekolah saat para siswa antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Program ini merupakan bagian dari agenda utama KKN UIN Walisongo di Desa Banyuringin yang berfokus pada edukasi ramah lingkungan untuk anak-anak.
Ecoprint adalah teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya tanpa melibatkan bahan kimia berbahaya.
Teknik pounding atau memukul dipilih karena mudah dipraktikkan dan menyenangkan untuk siswa sekolah dasar.
Rofiqotus Sa’adah, selaku koordinator program, menjelaskan bahwa ecoprint menjadi jembatan efektif untuk mengenalkan konsep ramah lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa alam di sekitar kita kaya akan potensi, bahkan bisa diolah menjadi karya seni yang indah. Dengan ecoprint, anak-anak belajar mengamati lingkungan, memilih daun, dan menuangkannya ke dalam sebuah kreasi,” ujarnya.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan berbagai jenis daun yang cocok untuk ecoprint, seperti daun jarak, jati, hingga aneka bunga liar.
Setiap siswa kemudian dibekali totebag kain dan batu. Mereka mencari daun di sekitar sekolah, menata pola sesuai kreativitas, menutupnya dengan plastik, lalu memukulnya dengan palu hingga pigmen alami berpindah dan menciptakan motif unik di atas kain.
Suasana pelatihan berlangsung meriah. Tawa siswa berpadu dengan suara palu yang beradu, menandakan semangat mereka dalam menciptakan karya pertama.
Mahasiswa KKN mendampingi setiap proses, memastikan seluruh siswa dapat menyelesaikan totebag ecoprint mereka dengan baik.
Kepala SDN Banyuringin 01, Bapak Rahadyan Hendri Suksmono, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ecoprint ini. Ini adalah pengalaman baru yang berharga bagi anak-anak. Selain mengasah kreativitas dan keterampilan psikomotorik, mereka juga belajar mengenai produk ramah lingkungan. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, menampilkan hasil karya penuh warna dari para seniman cilik SDN Banyuringin 01.
Diharapkan, pelatihan ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi mampu menanamkan nilai cinta lingkungan serta memicu potensi kewirausahaan berbasis eco-friendly di masa depan.
Editor : Murni A













