Menbud Gaungkan Gerakan Indonesia Waves untuk Dorong Diplomasi dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan Indonesia bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan soft power yang mampu menjadi ujung tombak diplomasi bangsa di kancah global.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Sawala Budaya: Sinergi Penguatan Diplomasi Budaya Indonesia bersama para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Melalui forum tersebut, Menbud memperkenalkan gagasan besar bertajuk “Indonesia Waves”—sebuah gerakan untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ingin menciptakan Indonesian Waves yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi di industri kreatif. Indonesia adalah negara dengan megadiversity, dan keragaman ini adalah kekuatan kita sebagai soft power,” ujar Menbud, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Ajarkan Pembuatan Lilin Aromatik ke Ibu-Ibu PKK di Desa Timpik

Gerakan Indonesia Waves tidak berhenti pada wacana. Menbud menegaskan pentingnya pengakuan internasional atas kekayaan budaya Tanah Air melalui program joint nomination dan extension list UNESCO untuk warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage).

Salah satu contohnya adalah alat musik Kolintang, yang kini didaftarkan bersama beberapa negara Afrika Barat seperti Burkina Faso, Mali, dan Pantai Gading. Langkah ini bukan hanya bentuk pelestarian, tetapi juga cara membangun diplomasi budaya lintas benua.

Selain Kolintang, kebaya juga menjadi bagian dari nominasi bersama antara Indonesia, Brunei, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Baca juga:  Beelingua Tampil di Techman Day 31 Maret 2026: Solusi Pembelajaran Bahasa Asing yang Adaptif dan Interaktif

“Ke depan, kita juga akan berusaha untuk melakukan extension list dengan sejumlah negara lainnya, termasuk negara-negara yang Bapak Ibu (para Dubes) wakili,” kata Menbud menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Menbud mengungkapkan arah kebijakan kebudayaan yang tengah disusun pemerintah. Ada tiga prioritas utama yang menjadi fokus:

Pelindungan kebudayaan dan tradisi, agar warisan budaya daerah tidak hilang atau tergerus modernisasi.

Diplomasi, promosi, dan kerja sama internasional, sebagai upaya memperluas pengaruh budaya Indonesia di dunia.

Pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan, yang mendorong kreativitas masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi.

Baca juga:  Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Kebijakan ini diharapkan mampu membangun ekosistem budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar, menilai diplomasi budaya adalah tugas bersama seluruh elemen bangsa. Ia mencontohkan kerja sama pendidikan dan beasiswa sebagai salah satu cara mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Hanoi, Adam Mulawarman Tugio, mendorong inovasi dalam pengelolaan museum.

“Inovasi perlu diterapkan di museum untuk menarasikan peradaban bangsa secara kreatif, misalnya melalui studio imersif,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB