Cegah Penyakit Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Teknik Cuci Tangan Pakai Sabun di TK Dharma Rini

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UIN Walisongo saat melaksanakan program edukasi kesehatan Sosialisasi Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di TK Dharma Rini

Mahasiswa KKN UIN Walisongo saat melaksanakan program edukasi kesehatan Sosialisasi Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di TK Dharma Rini

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-85 Posko 25 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan program edukasi kesehatan yang berfokus pada kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Program tersebut berupa Sosialisasi Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dilaksanakan di TK Dharma Rini, Dusun Krajan, Desa Pasigitan, pada Senin, 27 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan yang benar sejak usia dini, mengingat tangan adalah perantara utama penyebaran kuman penyebab berbagai penyakit.

Sekitar puluhan anak-anak TK Dharma Rini mengikuti sosialisasi ini dengan penuh antusias. Mahasiswa KKN Posko 25 menggunakan metode yang interaktif, menyenangkan, dan mudah diingat oleh anak-anak, yaitu melalui lagu dan gerakan.

Koordinator Posko 25 KKN UIN Walisongo, Muhammad Rizal Firdaus, menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat efektif.

“Kami menciptakan lagu singkat tentang enam langkah cuci tangan yang benar. Anak-anak diajak praktik langsung di depan wastafel/keran air, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga membilas dengan air mengalir,” jelasnya.

Baca juga:  KKN-MIT UIN Walisongo Posko 139 Edukasi Anak-anak Umat Buddha tentang Moderasi Beragama

Mahasiswa juga menunjukkan simulasi sederhana tentang kuman melalui cerita fiksi yang dibawakan oleh Imas Izzatul Ummah berjudul “Kuman Nakal”, untuk memperlihatkan betapa pentingnya peran sabun dalam menghilangkan kotoran sekaligus kuman yang tidak terlihat.

Program CTPS ini dipilih sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit umum pada anak, seperti diare, cacingan, dan ISPA.

Pihak mahasiswa KKN berharap kebiasaan baik ini dapat dibawa pulang dan dipraktikkan secara konsisten di rumah.

Kepala TK Dharma Rini, Ibu Sokhidah, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN.

“Kami sangat berterima kasih. Materi yang disampaikan sangat relevan dan cara penyampaiannya sangat sesuai dengan dunia anak-anak. Edukasi semacam ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat,” ujarnya.

Baca juga:  Insiden ATR di Sulsel, DPR Dorong Perbaikan Sistem demi Keselamatan Penumpang

Sebagai penutup, mahasiswa KKN juga memberikan sabun cair cuci tangan dan tisu pengering kepada pihak sekolah dan anak-anak sebagai pengingat untuk selalu mempraktikkan CTPS.

Kegiatan ini sukses menciptakan kesadaran akan pentingnya higienitas diri di kalangan siswa-siswi TK Dharma Rini.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah
KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi
Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi
Dukung Mobilitas Lebaran, LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata
Perubahan Kepemimpinan Iran dan Dampaknya pada Geopolitik Timur Tengah
BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara
Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya
Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:02 WIB

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:02 WIB

KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:03 WIB

Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:03 WIB

Dukung Mobilitas Lebaran, LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:03 WIB

Perubahan Kepemimpinan Iran dan Dampaknya pada Geopolitik Timur Tengah

Berita Terbaru