Pemerintah Gencarkan Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Rantai Ekonomi Dalam Negeri

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Okt 2025 05:30 19 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis pangan dengan mempercepat hilirisasi sejumlah komoditas unggulan.

Langkah ini diyakini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, hilirisasi menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

“Hilirisasi komoditas pangan akan memberikan dampak besar bagi perekonomian rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah kelapa. Amran menyebut, potensi ekonomi dari kelapa sangat besar apabila diolah lebih lanjut menjadi produk turunan bernilai tinggi, seperti Virgin Coconut Oil (VCO).

Baca juga:  Pusat Industri RI Bergeser, Subang Jadi Arah Baru Pertumbuhan

“Hilirisasi kelapa ini tidak boleh lagi hanya dijual gelondongan ke luar negeri. Kalau diolah menjadi VCO, nilainya bisa meningkat hingga seratus kali lipat. Berdasarkan perhitungan, potensi yang bisa dihasilkan mencapai sekitar Rp2.400 triliun, dan itu baru dari kelapa,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan industri baru di daerah penghasil kelapa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri turunan kelapa dunia.

Selain kelapa, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi komoditas gambir. Indonesia selama ini menjadi pemasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia.

Baca juga:  Grand Launching Asuransi MODI (Mobile Digital Insurance) Dari BRI Life, Integrasikan Proteksi dalam Gaya Hidup Modern

Namun, sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah signifikan.

“Produk turunan gambir bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan tinta pemilu hingga kebutuhan rumah tangga. Kalau diolah di dalam negeri, ini akan menjadi peluang ekonomi besar,” kata Amran.

Sementara itu, hilirisasi sawit tetap menjadi salah satu program strategis nasional. Produk turunan sawit yang mencakup biofuel, minyak goreng, hingga mentega telah terbukti memberikan nilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan pengembangan sektor ini dengan pendekatan berkelanjutan.

Baca juga:  DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Mentan Amran menegaskan, hilirisasi komoditas pangan bukan sekadar program ekonomi, tetapi juga bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pangan tidak hanya menyangkut produksi bahan pokok, melainkan juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.

“Program hilirisasi ini kita lakukan terus-menerus. Tujuannya untuk membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa membangun kemandirian pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Amran.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA