Jawa Tengah Catat NTP Tertinggi di Pulau Jawa September 2025, Ekspor Ikut Naik

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Okt 2025 07:42 1 jatengvox

Jatengvox.com – Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Tengah pada September 2025 mencatatkan capaian positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, NTP provinsi ini menjadi yang tertinggi di antara enam provinsi di Pulau Jawa.

Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa NTP Jawa Tengah pada September 2025 berada di angka 116,84 poin, naik 0,42 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah, NTP Jawa Tengah bulan September 2025 ini merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa,” ujarnya dalam rilis resmi, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Secara perbandingan, NTP Jawa Barat tercatat 116,12 poin, Jawa Timur 115,05, Banten 111,60, DI Yogyakarta 110,58, dan DKI Jakarta 107,06. Namun, capaian ini masih berada di bawah NTP nasional yang menembus 124,36 poin.

Endang menjelaskan, kenaikan NTP menunjukkan harga yang diterima petani lebih tinggi dibanding harga yang dibayarkan.

Baca juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah

“Indeks harga yang diterima petani harus lebih besar dibanding indeks harga yang dibayar petani. Itu berarti posisi petani lebih sejahtera,” katanya.

Selain soal NTP, BPS juga melaporkan perkembangan ekspor Jawa Tengah. Pada Agustus 2025, nilai ekspor Jawa Tengah mencapai 1,093 miliar dolar AS, naik 3,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama dengan kenaikan 9,84 persen. Sektor pertambangan juga tumbuh signifikan hingga 25,90 persen.

Namun, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru melemah 43,65 persen.

Baca juga:  Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri?

Dari sisi tujuan ekspor nonmigas, Amerika Serikat masih menjadi pasar utama, menyerap 47,94 persen dari total ekspor Jawa Tengah atau senilai 3,81 miliar dolar AS.

Negara lain yang menjadi tujuan besar antara lain Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.

Beberapa komoditas ekspor unggulan Jawa Tengah tercatat mengalami fluktuasi. Produk pakaian dan aksesoris bukan rajutan turun menjadi 11,93 persen, meski kontribusinya terhadap total ekspor nonmigas masih mencapai 16,21 persen sepanjang Januari–Agustus 2025.

Sebaliknya, komoditas pakaian rajutan tumbuh 5,45 persen, sementara alas kaki meningkat 9,22 persen.

Baca juga:  KONI Banyumas Fokus Persiapan Porprov Jateng 2026, Targetkan Prestasi Bukan Sekadar Lolos

Angka ini menegaskan bahwa industri padat karya tetap menjadi andalan ekspor Jawa Tengah.Dari sisi impor, BPS mencatat peningkatan cukup besar pada Agustus 2025, yakni 26,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh bahan baku atau penolong yang melonjak 29,74 persen.

Namun secara kumulatif, nilai impor Jawa Tengah sepanjang Januari–Agustus 2025 justru menurun 6,78 persen atau sekitar 9,39 miliar dolar AS.

Penurunan ini bisa menjadi peluang positif bagi neraca perdagangan daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA