Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih berpotensi melanjutkan tren penurunan di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Harapan tercapainya kesepakatan diplomatik antara kedua negara sebelumnya telah memberikan tekanan terhadap harga minyak. Di sisi lain, ketidakpastian mengenai kelanjutan negosiasi membuat pasar energi global masih rentan terhadap perubahan sentimen. Dupoin Futures menilai bahwa tekanan teknikal terhadap WTI masih cukup kuat dan membuka peluang pelemahan lebih lanjut.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat bahwa pergerakan minyak pada timeframe Daily masih berada dalam kecenderungan bearish. Tren pelemahan tersebut didukung oleh terbentuknya pola Double Top serta indikasi Bearish Divergence. Kombinasi kedua sinyal tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan harga mulai kehilangan kekuatan dan tekanan jual masih berpotensi mendominasi pasar.
Pola Double Top menggambarkan kondisi ketika harga mengalami kegagalan untuk menembus area puncak yang relatif sama sebanyak dua kali. Formasi tersebut sering kali menjadi indikasi bahwa kekuatan pembeli mulai melemah dan membuka peluang terjadinya pembalikan arah ke bawah. Sementara itu, Bearish Divergence memperlihatkan adanya perbedaan antara pergerakan harga dan indikator momentum yang dapat mengindikasikan melemahnya tenaga kenaikan.
Melalui pembacaan teknikal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga minyak WTI masih memiliki ruang untuk melanjutkan koreksi. Area support yang menjadi perhatian berada pada kisaran US$89,97 hingga US$86,82. Zona tersebut diperkirakan menjadi tujuan pelemahan berikutnya apabila tekanan jual tetap berlangsung dan harga belum menunjukkan sinyal pembalikan yang signifikan.
Dupoin Futures menilai bahwa perkembangan harga di sekitar area support tersebut akan menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar. Apabila tekanan bearish tetap dominan, peluang penurunan menuju rentang US$89,97–US$86,82 masih terbuka. Sebaliknya, apabila harga mampu menunjukkan respons beli yang kuat, pelaku pasar perlu mencermati kemungkinan perubahan momentum.
Dari sisi fundamental, pergerakan minyak dunia masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Mengutip laporan Reuters, harga minyak sebelumnya mengalami penurunan tajam setelah muncul harapan bahwa konflik kedua negara dapat mereda melalui jalur diplomasi. Prospek tercapainya kesepakatan dinilai dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Harapan meredanya ketegangan tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani harga WTI. Jika proses diplomasi menghasilkan kesepakatan, kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak berpeluang berkurang. Kondisi tersebut dapat menekan premi risiko geopolitik yang sebelumnya ikut menopang harga minyak mentah.
Meski demikian, situasi antara AS dan Iran masih belum sepenuhnya stabil. Belum tercapainya kesepakatan membuat pasar tetap menghadapi ketidakpastian. Setiap perkembangan yang menunjukkan meningkatnya ketegangan dapat kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, khususnya dari kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini membuat harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Harapan tercapainya perdamaian dapat memperkuat tekanan bearish, sedangkan risiko eskalasi konflik berpotensi memicu kenaikan harga secara tiba-tiba. Oleh karena itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan selain sinyal teknikal.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa prospek minyak WTI masih cenderung melemah berdasarkan struktur teknikal pada timeframe Daily. Formasi Double Top dan Bearish Divergence memperkuat potensi koreksi menuju support US$89,97–US$86,82. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran karena perubahan situasi geopolitik dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan serta mengubah arah pergerakan harga minyak.
Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar