Bangun Budaya Siaga Bencana di Sekolah, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 46 Sosialisasi Evakuasi Gempa di SDN 3 Mranggen

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 21:30 10 jatengvox

Jatengvox.com – Pembekalan kesiapsiagaan bencana sejak dini menjadi langkah krusial dalam melindungi anak-anak dari ancaman bahaya yang tidak terprediksi. Merespons hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 46 menggelar sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi di SDN 3 Mranggen, Kabupaten Demak, (19/8/26).

Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk membentuk budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah.

Para siswa dibekali pengetahuan serta praktik langsung prosedur keselamatan diri, seperti metode berlindung di bawah meja (drop, cover, hold on), perlindungan kepala, cara menghindari benda-benda yang berpotensi jatuh, hingga jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman tanpa menimbulkan kepanikan.

Inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SDN 3 Mranggen, Pak Pradana, menegaskan bahwa pembekalan mitigasi merupakan hal yang sangat penting mengingat gempa bumi adalah bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diprediksi.

“Kami selaku pihak sekolah menyambut baik kegiatan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi yang dilaksanakan oleh kelompok KKN UPGRIS karena kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sangat penting bagi siswa mengenai cara menghadapi bencana. Pembekalan sejak dini mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, sikap yang tepat saat terjadi gempa, serta pentingnya tetap tenang diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan seluruh warga sekolah,” ujar Pak Pradana.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Memanfaatkan Cerita Rakyat sebagai Media Pembelajaran sesuai Konsep Dulce et Utile

Pak Pradana menjelaskan bahwa sebelum mengikuti simulasi, sebagian siswa belum memahami tindakan menyelamatkan diri yang benar.

Lewat pendekatan yang sederhana dan interaktif, kegiatan ini terbukti berdampak signifikan dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk kebiasaan positif siswa dalam situasi darurat.

“Pesan utamanya adalah setiap orang harus memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan. Siswa perlu memahami tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri, tidak panik, melindungi kepala, mencari tempat berlindung yang aman, serta mengikuti arahan guru. Harapan saya, pengetahuan ini juga dapat dibagikan kepada keluarga di rumah sehingga kesadaran mitigasi bencana tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Program GASPOL untuk Penggunaan Gadget Sehat di SDN Leyangan

Sementara itu, Penanggung Jawab (PJ) Bidang Mitigasi Bencana KKN UPGRIS Kelompok 46, Wahyu Tri Ari Adi, menyampaikan bahwa penyampaian materi dikemas secara praktis agar siswa sekolah dasar tidak hanya menghafal teori, tetapi juga tangkas saat praktik evakuasi.

“Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak merasa takut, melainkan paham dan siap mengambil tindakan cepat saat terjadi gempa bumi. Kami mengedukasi mereka untuk refleks melindungi kepala, mencari perlindungan yang kokoh, dan melangkah menuju titik kumpul secara tertib. Harapan kami, keterampilan dasar penyelamatan diri ini dapat tertanam kuat dalam diri para siswa,” jelas Wahyu Tri Ari Adi.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Lakukan Observasi dan Sosialisasi Program Kerja di MI Ma’arif Watuagung

Dukungan serupa ditegaskan oleh Ketua KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen, Mochammad Iklil Muchakkam, selaku Koordinator Desa.

Ia menegaskan bahwa program kerja ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh bencana.

“Sebagai Mahasiswa KKN, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan warga Desa Mranggen, khususnya anak-anak di sekolah dasar. Sinergi antara mahasiswa KKN dan SDN 3 Mranggen ini menjadi pijakan awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di desa ini,” ungkap Mochammad Iklil Muchakkam.

Pihak sekolah berharap kegiatan simulasi mitigasi bencana seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran sekolah, sehingga seluruh warga SDN 3 Mranggen siap dan tanggap menghadapi kondisi darurat di masa depan.

 

 

Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA