Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Kelompok 35 Paparkan Program Kerja di Desa Delik sebagai Awal Pengabdian

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Sep 2025 08:06 59 Redaksi

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kelompok 35 melakukan pemaparan program kerja (proker) pada Senin, 1 September 2025.

Pemaparan proker yang digelar di Aula Balai Desa Delik ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Delik, perangkat desa, dan mahasiswa KKN Desa Delik.

Kegiatan ini menjadi ajang awal mempererat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Suasana aula tampak hidup.

Kursi-kursi yang tersusun rapi terisi oleh para undangan yang antusias mengikuti jalannya acara.

Satu per satu mahasiswa memperkenalkan diri, lalu dilanjutkan dengan pemaparan rencana kegiatan selama kurang lebih 40 hari, dimulai dari tanggal 1 September – 15 Oktober 2025.

Baca juga:  Perkuat Konektivitas di Indonesia Timur, MyRepublic Air Perluas Jangkauan di Sulawesi

Adapun proker yang disampaikan mencakup berbagai bidang, mulai dari:

1. pendidikan Pendidikan Literasi Digital. Mencakup Kolase, ecoprint, bimbel calistung, dan membantu mengajar di TPQ.

2. Kewirausahaan – Pembuatan briket, pemasaran produk briket, pembuatan logo kemasan produk briket.

3. Kesehatan dan Lingkungan – Pembuatan reflektor jalan, sosialisasi mengenal perasaan mu , sosialisasi gosok gigi, senam setiap minggu pagi.

Sekeretasris Desa, Riski Wardani. S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kedatangan mahasiswa KKN.

“Kami sangat senang dan terbuka dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Semoga program-program yang dirancang bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan juga menjadi bekal pengalaman berharga bagi kalian,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN dan Organisasi Asykar Sukses Gelar Jumat Berkah, Bagikan 400 Nasi Kotak dan Es Teh

Tak hanya soal program, acara ini juga menjadi momen perkenalan agar mahasiswa dan warga bisa lebih akrab satu sama lain.

Pemaparan proker di Aula Balai Desa Delik ini bukan sekadar formalitas.

Ia adalah titik awal perjalanan pengabdian, jembatan antara ilmu dan kehidupan nyata, antara niat baik dan aksi nyata.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA