Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang turut melaksanakan kegiatan Gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bersama masyarakat Desa Tlogorejo, (21/8/26).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja Kesehatan Lingkungan (Kesling) ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menjadi penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pelaksanaan Gerakan Jumantik dilakukan dengan memeriksa berbagai tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan pengecekan pada bak mandi, tempat penampungan air, pot bunga, selokan, hingga berbagai wadah yang berpotensi menampung air.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya jentik nyamuk sekaligus mengidentifikasi tempat-tempat yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam menjaga kebersihan.
Selain melakukan pemantauan secara langsung, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui penerapan 3M Plus.
Masyarakat diajak untuk rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah yang digunakan untuk menyimpan air, serta mendaur ulang atau membuang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
Penerapan 3M Plus tidak hanya dilakukan pada saat kegiatan berlangsung, tetapi diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya perlu diperhatikan secara rutin karena tempat-tempat yang terlihat sederhana sekalipun dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk apabila terdapat genangan air.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pemantauan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan DBD membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak.
Langkah sederhana seperti membersihkan genangan air dan memastikan tempat penampungan air tetap tertutup dapat menjadi upaya preventif yang dilakukan secara mandiri di tingkat keluarga.
Sebagai bagian dari program kerja Kesehatan Lingkungan, Gerakan Jumantik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat Desa Tlogorejo dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sinergi antara mahasiswa KKN, kader, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga sehingga upaya pencegahan DBD tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan, pencegahan DBD dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah dan keluarga.
Dengan kepedulian dan tindakan nyata dari setiap warga, lingkungan Desa Tlogorejo diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang lebih bersih, sehat, dan aman dari risiko perkembangbiakan nyamuk.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar