Jatengvox.com – Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 membuat dan memasang papan edukasi sampah serta biopori di PAUD Ibu Pertiwi, Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Selasa (25/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan yang dilakukan Divisi Kesehatan Lingkungan bersama seluruh anggota KKN tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang lama waktu sampah terurai sekaligus mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan di sekitar PAUD.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan Divisi Kesehatan Lingkungan bersama seluruh anggota KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo menuju PAUD Ibu Pertiwi.
Setibanya di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu membersihkan lahan di samping PAUD yang dipenuhi rumput cukup rimbun serta sampah yang berserakan.
Setelah area dibersihkan, mahasiswa mulai menyusun papan edukasi yang sebelumnya telah disiapkan. Papan tersebut memuat informasi “Berapa Lama Sampah Terurai?” dengan beberapa jenis sampah dan perkiraan waktu penguraiannya, yakni styrofoam, botol plastik 450 tahun, kaleng 200 tahun, kemasan plastik 20 tahun, dan kertas 10 tahun.
Setiap bagian papan kemudian disatukan dan dipalu hingga membentuk satu rangkaian papan edukasi seperti yang telah dirancang.
Setelah tersusun dengan kokoh, papan ditancapkan ke tanah di area yang telah dibersihkan agar dapat dilihat oleh anak-anak PAUD maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan, Hamdan Abrori, menjelaskan bahwa papan tersebut dibuat sebagai media edukasi sederhana agar informasi mengenai sampah dapat dikenali sejak dini.
“Papan edukasi ini kami buat agar masyarakat, terutama anak-anak, bisa mengetahui bahwa setiap jenis sampah membutuhkan waktu yang berbeda untuk terurai. Harapannya, mereka mulai memahami pentingnya menjaga lingkungan dari hal-hal sederhana,” ujar Hamdan Abrori.
Selain papan edukasi, mahasiswa juga memasang biopori di samping papan tersebut lengkap dengan papan penunjuk.
Biopori merupakan lubang resapan yang dapat membantu air masuk ke dalam tanah sekaligus menjadi tempat penguraian bahan organik apabila dimanfaatkan dengan tepat.
Pembuatan biopori di lingkungan PAUD diharapkan dapat membantu meningkatkan resapan air dan mengurangi genangan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran sederhana mengenai pengelolaan lingkungan.
Anggota Divisi Kesehatan Lingkungan, Lulu Aulia Amanina, mengatakan keberadaan papan edukasi dan biopori diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program kerja KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
“Kami berharap papan edukasi dan biopori ini tidak hanya menjadi fasilitas yang dibuat selama KKN, tetapi juga bisa dimanfaatkan dan dirawat oleh pihak PAUD serta masyarakat sekitar,” kata Lulu Aulia Amanina.
Sementara itu, Salis Rahma Aulia, anggota Divisi Kesehatan Lingkungan, menilai edukasi mengenai sampah perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.
Menurutnya, penggunaan papan informasi di lingkungan PAUD dapat menjadi media visual yang membantu anak-anak mengenali jenis sampah dan memahami dampaknya terhadap lingkungan.
“Kami ingin menyampaikan edukasi tentang sampah dengan cara yang sederhana dan mudah dilihat. Dengan adanya papan ini, anak-anak bisa mulai mengenal lama waktu sampah terurai dan belajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Salis Rahma Aulia.
Pemasangan papan edukasi dan biopori menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo dalam bidang kesehatan lingkungan di Desa Sidokumpul.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, tetapi juga menghadirkan media edukasi yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Melalui papan bertema “Berapa Lama Sampah Terurai?”, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami bahwa sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda-beda.
Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar