KKN UIN Walisongo Posko 117 Menggelar Sosialisasi Teman Bukan Lawan Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan di SD 1 Desa Kuncir

waktu baca 4 menit
Jumat, 21 Agu 2026 20:00 11 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 117 menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Teman Bukan Lawan: Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan” bagi siswa SD 1 Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, (21/8/26).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying dan kekerasan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Sosial KKN MIT 22 Posko 117 UIN Walisongo Semarang.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying dan kekerasan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Sosial KKN MIT 22 Posko 117 UIN Walisongo Semarang.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

Baca juga:  KKN-T IDBU 52 Petakan Potensi Kebakaran RW 07 Mijen, Dukung SDGs 13 dan 15

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, memukul, mendorong, mengancam, maupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan.

Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghormati, peduli, dan menghargai perbedaan.

Kegiatan edukatif tersebut berangkat dari pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bersosialisasi, membangun karakter, dan mengembangkan rasa percaya diri.

Oleh karena itu, kesadaran mengenai bullying dan kekerasan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengenali perilaku yang tidak baik serta berani mengambil sikap ketika melihat atau mengalami tindakan bullying.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 117 juga mengajak siswa untuk menjadi teman yang baik dengan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

Siswa diarahkan untuk berani berkata “tidak” terhadap bullying, tidak menjadi pelaku maupun penonton, serta berani menceritakan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Sosial Posko 117 KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa edukasi mengenai bullying dan kekerasan penting diberikan kepada siswa sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Baca juga:  KKN Tim II Undip Gelar Edukasi Gizi dan Body Image Interaktif di SDN Pondok 3

“Kami ingin mengajak anak-anak memahami bahwa teman bukanlah lawan. Perbedaan bukan alasan untuk saling mengejek atau menyakiti. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih memahami bentuk-bentuk bullying, berani mengatakan tidak terhadap kekerasan, serta mampu membangun pertemanan yang saling menghargai dan peduli. Harapannya, pesan ‘Teman Bukan Lawan’ tidak hanya berhenti dalam kegiatan sosialisasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.”

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi tentang bullying dan kekerasan, tetapi juga diajak praktik langsung melalui simulasi sederhana.

Siswa diberikan contoh situasi yang sering terjadi di sekolah, kemudian diajak menentukan tindakan yang tepat ketika melihat atau mengalami bullying Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti kegiatan.

Mereka aktif menjawab pertanyaan dan mempraktikkan cara menolak bullying, membantu teman, serta berani melapor kepada guru.

Melalui kegiatan ini, KKN UIN Walisongo Posko 117 berharap siswa dapat membangun sikap saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Pihak Guru SD 1 di Desa Kuncir juga sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut.

“Terima kasih atas kepedulian dan kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 117 dalam memberikan edukasi mengenai bullying dan kekerasan kepada siswa. Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman siswa tentang pentingnya saling menghargai, menjaga pertemanan, dan berani mencegah tindakan bullying. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat menerapkan sikap saling menghormati sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.”

Baca juga:  Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom untuk Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia

Melalui kegiatan “Teman Bukan Lawan”, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 117 berharap siswa SD 1 Desa Kuncir semakin memahami pentingnya menciptakan pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan bebas dari bullying maupun kekerasan.

Siswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk bullying, berani menolak tindakan yang menyakiti, serta tidak takut untuk berbicara dan melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami maupun menyaksikan bullying.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri siswa, seperti empati, kepedulian, keberanian, toleransi, rasa hormat, dan tanggung jawab.

Dengan membiasakan diri untuk menghargai perbedaan, menjaga perasaan teman, saling membantu, serta menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi yang baik, siswa dapat membangun hubungan pertemanan yang lebih positif dan harmonis.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri siswa, seperti empati, kepedulian, keberanian, toleransi, rasa hormat, dan tanggung jawab. Dengan membiasakan diri untuk menghargai perbedaan, menjaga perasaan teman, saling membantu, serta menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi yang baik, siswa dapat membangun hubungan pertemanan yang lebih positif dan harmonis.

 

 

 

Penulis: Farastya Mifta Widhia Rafita, Arinal Haqqa Anwar, Try Cahya Ningrum

 

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA