Dari Panggung Wayang ke Layar Digital, Kearifan Budaya Desa Bulan dalam Tangan Mahasiswa KKN Undip

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 23:16 8 jatengvox

Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro membuat video kampanye digital pelestarian budaya lokal dengan mengangkat pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di RW 1 Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Dokumentasi tersebut dikemas dalam bentuk video sebagai upaya memperkenalkan kesenian wayang kulit kepada masyarakat melalui media digital.

Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu bentuk kesenian tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Bulan. Tidak hanya menjadi hiburan, pertunjukan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus menjaga keberadaan kesenian yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui program ini, mahasiswa KKN mendokumentasikan berbagai bagian dari pagelaran, mulai dari suasana kegiatan, persiapan pertunjukan, penampilan wayang, hingga antusiasme masyarakat yang hadir. Berbagai momen tersebut kemudian disusun menjadi sebuah video kampanye yang mengangkat nilai budaya lokal Desa Bulan.

Baca juga:  Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional

Pemanfaatan media digital dipilih untuk memperluas jangkauan pengenalan budaya lokal. Jika sebelumnya pagelaran hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang hadir secara langsung, dokumentasi dalam bentuk video memungkinkan kesenian tersebut diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda yang sehari-hari dekat dengan media sosial dan konten digital.

Video tidak hanya menampilkan jalannya pertunjukan, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga keberadaan budaya lokal. Dengan kemasan visual yang lebih dekat dengan karakter media digital, wayang kulit diharapkan dapat dipandang bukan sebagai kesenian yang hanya berasal dari masa lalu, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya yang tetap relevan untuk dikenalkan kepada generasi sekarang.

Proses pembuatan video dilakukan dengan memperhatikan berbagai unsur visual dari pagelaran, sehingga suasana pertunjukan dan keterlibatan masyarakat tetap dapat tergambarkan. Hasil dokumentasi kemudian dikemas menjadi konten kampanye yang dapat digunakan sebagai media publikasi dan pengenalan budaya Desa Bulan.

Baca juga:  Apakah Emas Selalu Naik saat Krisis? Fakta untuk Investor

Kehadiran media digital membuka peluang bagi budaya lokal untuk memiliki ruang baru dalam memperkenalkan dirinya. Dokumentasi yang dikemas secara menarik dapat menjadi arsip sekaligus sarana untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan menghargai kesenian yang ada di lingkungan mereka sendiri.

Pada akhirnya, pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara-cara yang konvensional. Memanfaatkan teknologi dan media digital dapat menjadi salah satu langkah untuk membawa kesenian tradisional lebih dekat dengan generasi masa kini, sehingga wayang kulit dan budaya lokal Desa Bulan dapat terus dikenal, dihargai, dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Baca juga:  Antusiasme Anak-anak dalam Belajar Bahasa Inggris Bersama Mahasiswa KKN Undip di Rumah Aman

 

Penulis : Aqila Farra Adristi

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA