Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program sosial masyarakat berupa optimalisasi database administrasi di Balai Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Program yang diberi nama “Optimalisasi Database Administrasi untuk Efisiensi Pelayanan Surat Warga” ini dilaksanakan pada 13 Juli 2026 dengan sasaran masyarakat Desa Tegalsari, khususnya dalam mendukung proses pelayanan administrasi pembuatan surat.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mempercepat proses pengisian data masyarakat yang diperlukan dalam pembuatan berbagai surat administrasi. Sebelumnya, proses pengisian data masih dilakukan menggunakan Microsoft Excel sehingga petugas perlu melakukan penginputan dan pencarian data secara manual. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN untuk membantu mengatur proses input data agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efisien.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan akses terhadap database yang digunakan di Balai Desa Tegalsari. Kegiatan difokuskan pada pengaturan cara input data sehingga informasi warga yang dibutuhkan dalam proses pembuatan surat dapat dimasukkan dengan lebih terstruktur. Mahasiswa juga berkoordinasi dengan petugas administrasi balai desa untuk memahami alur pelayanan dan kebutuhan data yang diperlukan dalam proses pembuatan surat.
Petugas administrasi Balai Desa Tegalsari, Amar, menyampaikan bahwa pengoptimalan proses input data dapat membantu pekerjaan administrasi menjadi lebih praktis.
“Selama ini pengisian data masih banyak dilakukan menggunakan Excel, sehingga proses mencari dan memasukkan data warga membutuhkan waktu. Dengan pengaturan input data yang lebih terstruktur, kami berharap pelayanan pembuatan surat dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujarnya.
Ketua KKN, Muhammad Salman Raditya, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pelayanan administrasi desa.
“Kami berusaha melihat kebutuhan yang ada di Balai Desa Tegalsari dan membantu dari sisi pengelolaan data. Harapannya, pengaturan database ini dapat mempermudah petugas dalam mengelola data warga dan membuat proses pelayanan menjadi lebih efisien,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 20–30 orang dalam proses pelayanan dan pendataan masyarakat. Salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa adalah proses pengisian data yang masih menggunakan Excel sebagai media utama. Kondisi tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kebutuhan administrasi di tingkat desa sekaligus memberikan solusi yang lebih terstruktur.
Melalui program ini, proses pengisian formulir surat bagi warga diharapkan menjadi lebih efisien dan membantu petugas dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat Desa Tegalsari.
Penulis : Muhammad Iqbal Haqiqi
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar