Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Dorong Optimalisasi Keuangan UMKM Shibori Sidomaju melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pembukuan

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 21:02 3 jatengvox

Jatengvox.com — Bagi pelaku usaha, setiap transaksi yang terjadi menjadi bagian penting dalam menentukan keberlangsungan bisnis. Namun, pencatatan yang belum teratur dapat membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.

Persoalan tersebut juga dihadapi UMKM Shibori Sidomaju di Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, yang masih mencampurkan uang pribadi dengan pendapatan usaha. Kondisi ini membuat pendapatan usaha setiap bulan sulit diketahui secara pasti sehingga arus kas, perhitungan laba atau rugi, serta laporan keuangan menjadi kurang akurat.

Permasalahan tersebut menjadi perhatian Manuel Sion Teddy Pandetua Gultom, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tematik IDBU 51. Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB, mahasiswa tersebut memberikan sosialisasi dan pelatihan pembukuan sederhana kepada pelaku UMKM Shibori Sidomaju.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP 2026 Tanamkan Kebiasaan Mengelola Uang Saku Sejak Dini di SDN Kandeman 01

Kegiatan ini dirancang sebagai solusi untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM yang dikelola oleh lansia. Tujuannya agar mereka dapat melakukan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur dan mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan identifikasi terhadap kondisi pencatatan keuangan yang telah dilakukan oleh pelaku usaha. Dari proses tersebut, ditemukan bahwa transaksi usaha dan kebutuhan pribadi masih tercampur sehingga jumlah pemasukan dan pengeluaran usaha belum dapat dipantau secara rinci. Padahal, pencatatan keuangan yang jelas diperlukan untuk mengetahui apakah kegiatan usaha menghasilkan keuntungan, mengalami kerugian, atau membutuhkan perbaikan dalam pengelolaan arus kas.

Setelah mengidentifikasi permasalahan, menjadi penting untuk menyusun materi pembukuan yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai praktik langsung agar lebih mudah dipahami dan diterapkan. Pelaku UMKM diperkenalkan pada pencatatan kas masuk dan kas keluar, penyusunan laporan laba rugi, serta laporan posisi keuangan atau neraca.

Baca juga:  Peduli Generasi Masa Depan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Sukseskan Gerakan Cegah Stunting di Desa Rejosari

Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan template pembukuan sederhana. Contohnya seperti buku kas masuk, buku kas keluar, buku rekap penjualan, dan buku rekap pembelian.

Template tersebut dirancang agar pencatatan tidak berhenti pada saat kegiatan sosialisasi, tetapi dapat digunakan secara rutin dalam operasional usaha. Melalui pencatatan setiap transaksi, pelaku UMKM dapat mengetahui uang yang masuk dan keluar secara lebih rinci serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha.

Data yang terkumpul juga dapat menjadi dasar untuk menghitung pendapatan dan laba usaha secara lebih akurat. Dengan demikian, keputusan terkait pembelian bahan, pengeluaran operasional, hingga pengembangan usaha dapat dilakukan berdasarkan kondisi keuangan yang lebih jelas.

Penerapan pembukuan sederhana diharapkan tidak hanya membantu UMKM memaksimalkan perhitungan laba, tetapi juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan usaha. Laporan keuangan yang tersusun dengan baik dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bisnis dan berpotensi meningkatkan kepercayaan calon mitra kerja. Bagi UMKM yang terus berkembang, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu modal penting untuk membangun kerja sama dan menjaga keberlanjutan usaha.

Baca juga:  Serunya Membatik Ala Alam: Anak-anak SDN Pakopen 2 Antusias Coba Ecoprint

Melalui kegiatan ini, KKN Tematik IDBU 51 menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan UMKM tidak selalu membutuhkan sistem yang rumit. Pembukuan sederhana yang diterapkan secara terstruktur dan rutin dapat menjadi solusi nyata terhadap persoalan pengelolaan keuangan yang dihadapi pelaku usaha.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan akuntansi secara langsung. Sementara bagi masyarakat, pendampingan ini diharapkan memberikan manfaat yang dapat terus digunakan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

 

Penulis : Manuel Sion Teddy Pandetua Gultom

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA