Jatengvox.com — Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 51 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik budidaya lele dalam galon. Upaya itu dilakukan dalam rangka mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus peluang ekonomi keluarga.
Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai sasaran kegiatan. Adapun tim Dosen Pembimbing Lapangan yang turut mendampingi, yakni Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Program ini mengangkat pemanfaatan wadah sederhana berupa galon bekas sebagai media alternatif untuk melakukan budidaya ikan lele di lingkungan rumah. Konsep tersebut dipilih karena tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat diterapkan oleh keluarga yang memiliki keterbatasan pekarangan. Selain mudah diaplikasikan, penggunaan galon juga dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tahapan dasar budidaya lele dalam galon, mulai dari persiapan wadah, pengisian air,pemberian cairan EM4, pemilihan dan penebaran benih, pemberian pakan, hingga pemeliharaan kualitas air. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan media budidaya sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berlangsung.
Budidaya lele dalam galon tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Apabila dilakukan secara berkelanjutan, hasil panen juga berpotensi memberikan nilai ekonomi dengan cara dijual kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai sumber pangan rumah tangga, tetapi juga sebagai salah satu alternatif untuk menambah pendapatan keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat melihat bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk mulai melakukan kegiatan produktif di lingkungan rumah. Pemanfaatan ruang yang sederhana dengan pengelolaan yang tepat dapat menjadi langkah awal dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga di Dusun Karanglo.
Penulis : Artemas Probo Dhanukusumo
Program Studi : Agribisnis
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar