Dukung Inovasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Bekali Warga dan PKK Desa Nyamplungsari Pelatihan Perhitungan HPP dan Harga Jual Produk Daur Ulang

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 21:20 5 jatengvox

Jatengvox.com — Dalam upaya mengubah pola pengelolaan sampah masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip), Meli Dwi Atika Putri dari Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), sukses menyelenggarakan program kerja edukasi finansial pada Senin (10/8/2026).

Kegiatan strategis bertajuk “Edukasi dan Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) serta Strategi Penetapan Harga Jual Produk Daur Ulang Berbasis Finansial Berkelanjutan” ini berlangsung secara interaktif di Balai Desa Nyamplungsari dengan sasaran utama warga desa serta ibu-ibu anggota PKK.

Di Desa Nyamplungsari, sistem pengolahan sampah terpadu seperti bank sampah belum tersedia. Mayoritas warga selama ini mengelola limbah rumah tangga secara mandiri di pekarangan masing-masing dengan cara dibakar. Praktik pembakaran sampah tersebut tidak hanya berpotensi merusak kualitas lingkungan dan kesehatan, tetapi juga membuang potensi nilai ekonomis yang terkandung dalam limbah.

Menjawab tantangan tersebut, Tim KKN II Undip hadir dengan menginisiasi rangkaian program pemanfaatan sampah, mulai dari pelatihan pembuatan pupuk kompos organik dari sisa makanan hingga pembuatan kerajinan tangan bernilai seni dari limbah anorganik. Langkah kolaboratif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Agar hasil olahan daur ulang tersebut tidak sekadar berhenti pada pemenuhan kebutuhan pribadi melainkan sanggup menjadi sumber pendapatan baru warga, diperlukan pemahaman akuntansi biaya yang memadai. Berdasarkan pemetaan lapangan, warga lokal dan pelaku UMKM rumah tangga masih mengalami keterbatasan dalam memperhitungkan komponen biaya produksi secara terperinci.

Dalam menentukan harga jual produk olahan sampah seperti kompos atau kerajinan, warga cenderung menetapkan harga secara spekulatif tanpa memperhitungkan biaya tenaga kerja langsung, konsumsi air/listrik, hingga penyusutan alat, sehingga berisiko mengalami kerugian terselubung.

Baca juga:  KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumatera Utara

“Selama ini sampah di rumah biasa kami bakar begitu saja karena belum ada bank sampah. Setelah ada pelatihan dari adik-adik KKN Undip, kami jadi tahu bahwa sisa makanan bisa dijadikan kompos dan sampah plastik bisa dibuat kerajinan. Lewat materi akuntansi dari Mbak Meli, kami juga diajari cara menghitung modal dan menentukan harga jualnya secara pas agar bisa dijual dan menghasilkan uang tambahan bagi keluarga,” tutur Ibu Endang (Bendahara PKK Desa Nyamplungsari).

Pelaksanaan program kerja ini diawali dengan pemaparan materi edukatif mengenai struktur biaya produksi, mencakup Biaya Bahan Baku Dasar, Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL), hingga Biaya Overhead Pabrik (BOP). Selanjutnya, Meli memandu pelatihan praktik simulasi perhitungan HPP dan penerapan Margin Pricing menggunakan kalkulator finansial sederhana.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Penanggulangan Pembakaran Sampah Berbasis Kendali Emisi di Desa Nyamplungsari

Meski sebagian besar peserta belum terbiasa dengan istilah akuntansi teknis, pendampingan dilakukan secara perlahan hingga warga dapat mengoperasikan kalkulasi sederhana untuk berbagai variasi produk olahan sampah.

Sebagai media edukasi pendukung, mahasiswa pelaksana juga menyusun dan membagikan Poster Infografis “Alur Perhitungan HPP Produk Daur Ulang dan Penerapan Margin Pricing”. Media visual ini dirancang praktis agar ibu-ibu PKK dan warga desa dapat menggunakannya sebagai acuan mandiri di rumah saat memproduksi serta menentukan harga jual produk daur ulang mereka.

“Mengubah kebiasaan membakar sampah menjadi pengolahan bernilai ekonomis membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Setelah warga dibekali keterampilan teknis membuat kompos dan kerajinan oleh tim kami, program HPP ini hadir untuk memastikan usaha ekonomi kreatif rumah tangga tersebut memiliki fondasi finansial yang kuat, terukur, dan menguntungkan bagi warga,” ucap Meli.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Luncurkan Website Edukasi Budidaya Maggot BSF di Desa Duyungan

Melalui tercapainya seluruh rangkaian program kerja ini, diharapkan warga masyarakat dan anggota PKK Desa Nyamplungsari dapat mengaplikasikan poster infografis sebagai acuan mandiri secara konsisten saat menghitung biaya produksi usaha daur ulang di rumah masing-masing, mengoptimalkan pencatatan biaya overhead dan bahan baku sebelum menentukan harga jual di pasar lokal, serta mendorong pengembangan unit usaha ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan.

 

Penulis: Meli Dwi Atika Putri ( KKN Reguler Tim II Undip Desa Nyamplungsari)

 

Editor : Uswatun Khasanah

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA