Jatengvox.com — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2026 dari Universitas Diponegoro sukses melaksanakan program kerja pembuatan dan penerapan Insinerator Sederhana (Rocket Stove) sebagai solusi pengelolaan sampah, yang bertempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, pada 28 Juli 2026.
Program ini diinisiasi sebagai respons atas permasalahan pengelolaan sampah yang masih menjadi kendala di Desa Tegalsari, di mana kebiasaan masyarakat membakar sampah secara terbuka masih cukup umum ditemui. Melalui observasi dan identifikasi permasalahan yang dilakukan di lapangan, tim mahasiswa KKN merancang sebuah alat insinerator sederhana berbasis konsep rocket stove sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan tepat guna bagi warga.

Kepala Desa Tegalsari, Bapak Daryono menyampaikan bahwa masalah sampah masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan di desa. Sampai saat ini, masih banyak warga yang membakar sampah di sekitar rumah karena belum ada pengelolaan sampah yang berjalan dengan baik. “Di sini memang masih banyak warga yang membakar sampah sendiri di sekitar rumah, asapnya itu kadang-kadang bisa masuk ke rumah-rumah tetangga dan sangat mengganggu warga yang terkena asapnya. ujar beliau saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Pelaksanaan program diawali dengan observasi dan identifikasi permasalahan sampah di Desa Tegalsari, dilanjutkan dengan penyusunan desain 3D insinerator/rocket stove, hingga proses perancangan dan pembuatan alat secara fisik. Selain menghasilkan alat, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara pemilahan dan pengelolaan sampah yang lebih tepat.
Dalam pelaksanaannya, tim tidak lepas dari sejumlah hambatan, di antaranya keterbatasan waktu dan biaya dalam proses pembuatan alat, penyesuaian desain dengan kondisi di lapangan, serta kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membakar sampah secara terbuka. Meski demikian, hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk menyelesaikan program hingga tuntas.

Ketua RW 07 Desa Tegalsari menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan warga. “Menurut saya bagus, dengan adanya insinerator ini warga jadi tidak perlu membakar sampah di sekitar rumah. Letaknya juga sudah jauh dari pemukiman, dan setelah dicoba, asapnya tidak sebanyak kalau dibakar seperti biasanya,” ujar beliau.
Ke depan, tim KKN akan melakukan penyempurnaan dan pengujian lebih lanjut terhadap insinerator/rocket stove, memberikan sosialisasi dan panduan penggunaan kepada masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan alat. Pengelolaan alat selanjutnya diharapkan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pemerintah desa dan masyarakat Desa Tegalsari.
Kegiatan reportase ini turut diramaikan dengan sesi dokumentasi bersama warga dan perangkat desa, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang terjalin selama program berlangsung.
Penulis/Reporter : Yosua Rae Darmawan Utama
Dosen Pembimbing : Dr. Dian Safitri S.P.,M.Si.
Lokasi : Desa Tegalsari, Kec. Kandeman, Kab. Batang.
Fotografer : Muhammad Iqbal Haqiqi
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar