Jatengvox.com – Hingga saat ini, masih sedikit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menerapkan pembukuan dalam menjalankan usahanya, termasuk di Desa Purwodadi. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan ingatan atau catatan sederhana yang tidak terstruktur, sehingga perkembangan dan kondisi keuangan usaha sulit dipantau secara akurat.
Minimnya pemahaman mengenai pentingnya pembukuan turut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku UMKM enggan menerapkannya secara konsisten.
Menjawab permasalahan tersebut menjadi peluang edukatif yang bermanfaat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro mengadakan Program Kerja Pendampingan Pembukuan Digital bagi Pelaku UMKM di Desa Purwodadi. Program inovatif ini diinisiasi oleh Salma Zahidah, mahasiswa program studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.
Kegiatan pendampingan dilakukan bersama salah satu pelaku UMKM Desa Purwodadi, Ibu Imrotun, yang menjalankan usaha air galon dan jajanan basah. Program ini dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, dengan mendatangi langsung kediaman Ibu Imrotun di Desa Purwodadi.
Melalui pendekatan pendampingan langsung, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pelaku UMKM terkait pentingnya pembukuan agar keuangan usaha tercatat rapi, sekaligus mempermudah pemantauan perkembangan usaha melalui digitalisasi pembukuan.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang saling berkesinambungan. Tahap pertama diawali dengan pemberian edukasi terkait alur pembukuan, mulai dari penyusunan jurnal umum hingga penyusunan laporan laba rugi.

Ibu Imrotun didampingi secara langsung agar memahami keterkaitan antar tahapan pembukuan tersebut, mulai dari pencatatan transaksi harian hingga bagaimana transaksi tersebut bermuara pada laporan laba rugi.
Tahap selanjutnya dilanjutkan dengan pengenalan tata cara pembukuan menggunakan template spreadsheet yang telah disiapkan.
Ibu Imrotun didampingi dalam proses pengisian data transaksi usahanya ke dalam sistem pembukuan tersebut, mulai dari penyusunan jurnal hingga tersusun menjadi laporan keuangan sederhana yang mudah dipahami.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana Ibu Imrotun aktif menyampaikan pertanyaan seputar penerapan pembukuan digital, termasuk kendala teknis yang mungkin dihadapi ke depannya.
“Pendampingan seperti ini sangat membantu saya untuk mulai mencatat transaksi usaha dengan lebih rapi” ujar Ibu Imrotun, pelaku UMKM di Desa Purwodadi.
“Kami berharap melalui pendampingan sederhana ini, para pelaku UMKM dapat lebih memahami pentingnya pembukuan yang tertib, sekaligus terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlangsungan usahanya,” ungkap Salma.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Desa Purwodadi yang menerapkan pembukuan usaha secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tercipta usaha yang lebih tertata, berkembang, dan mampu bersaing berkat pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan transparan.
Penulis: Tim KKN UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar