Jatengvox.com – Berawal dari kebutuhan masyarakat akan pengetahuan praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan tiga program edukatif di Desa Cangak, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.
Ketiga program tersebut mengangkat isu yang berbeda, mulai dari pengelolaan budidaya lele, keselamatan kerja dalam pembuatan lubang resapan biopori, hingga pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari program sosial kemasyarakatan KKN yang mengedepankan penerapan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.
Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, mahasiswa berupaya menghadirkan pengetahuan yang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam aktivitas masyarakat.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah penerapan matematika sederhana dalam budi daya lele yang dikembangkan oleh Dilla Nirmalasari dari Program Studi Matematika.
Program ini menunjukkan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada angka dan rumus, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam mengelola usaha budidaya.
Materi yang diberikan mencakup cara memperkirakan jumlah ikan yang hidup, melakukan sampling sederhana, menghitung tingkat mortalitas, memperkirakan kebutuhan pakan, hingga mengestimasi hasil panen.
Untuk mempermudah penerapannya, mahasiswa turut menyusun leaflet edukasi dan media bantu berupa Google Sheets yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pencatatan serta perhitungan secara praktis.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pendampingan dan evaluasi sederhana untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memahami materi yang diberikan.
Penerapan perhitungan sederhana ini diharapkan dapat membantu pembudidaya dalam memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi budidaya serta kebutuhan operasionalnya. Program ini turut mendukung pencapaian SDGs Nomor 8 dan 9.
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan usaha, perhatian juga diarahkan pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan pembuatan lubang resapan biopori.
Program yang dikembangkan oleh Andre Naufal Zain dari Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan ini menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum kegiatan dilakukan.
Keselamatan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar kegiatan yang dilakukan masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman.
Melalui penyuluhan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), masyarakat diperkenalkan pada jenis APD yang sesuai, fungsi penggunaannya, serta berbagai potensi risiko yang dapat muncul apabila perlindungan diri tidak diperhatikan.
Edukasi ini diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga keselamatan merupakan bagian penting dari setiap aktivitas yang dilakukan, termasuk dalam pembuatan lubang resapan biopori.
Masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai perlengkapan keselamatan, tetapi juga didorong untuk menerapkannya secara langsung saat melakukan kegiatan.
Penggunaan APD secara tepat diharapkan dapat menciptakan praktik kerja yang lebih aman sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan. Program ini turut mendukung pencapaian SDGs Nomor 3, 6, 11, dan 12.
Di sisi lain, potensi pertanian yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas masyarakat Desa Cangak turut dikembangkan melalui program pemanfaatan bonggol jagung menjadi biochar.
Program tersebut dikembangkan oleh Raffa Athaillah, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, dengan memanfaatkan bonggol jagung yang selama ini berpotensi menjadi limbah pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai biochar, mulai dari manfaat, proses pembuatan, hingga pemanfaatannya sebagai pembenah tanah.
Edukasi ini memperkenalkan alternatif pengelolaan sisa hasil pertanian agar tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi material yang memberikan manfaat bagi tanah dan lingkungan.

Pemanfaatan bonggol jagung menjadi biochar juga menjadi salah satu bentuk pengenalan konsep ekonomi sirkular dalam skala sederhana.
Limbah pertanian yang sebelumnya dipandang sebagai sisa dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki fungsi baru dan berpotensi memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian masyarakat. Program ini turut mendukung pencapaian SDGs Nomor 12 dan 13.
Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa penerapan ilmu pengetahuan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Matematika diterapkan untuk membantu perhitungan dalam budi daya lele, pengetahuan mengenai keselamatan kerja digunakan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan APD dalam pembuatan biopori, sementara ilmu kelautan turut berkontribusi dalam mengenalkan pemanfaatan limbah pertanian melalui biochar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan pengetahuan yang dekat dengan aktivitas masyarakat dan dapat langsung dipraktekkan.
Tidak hanya memberikan materi, setiap program juga diarahkan agar masyarakat memperoleh keterampilan yang dapat digunakan kembali setelah kegiatan KKN berakhir.
Kehadiran tiga program tersebut diharapkan menjadi langkah kecil dalam mendorong masyarakat Desa Cangak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara lebih terukur, aman, dan berkelanjutan.
Dengan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan di lapangan, mahasiswa KKN turut berupaya menjadikan kegiatan pengabdian sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis/Reporter: Kelompok KKN-R Undip Tim II Desa Cangak
Kontak Media: kkndesacangak2026@gmail.com / @kknrundip.desacangak
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar