Jatengvox.com – Mahasiswa TIM II KKN-R Universitas Diponegoro menghadirkan Sistem Informasi Kandeman Digital (SIKANDA) sebagai portal informasi dan pelayanan terintegrasi bagi Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Website tersebut diperkenalkan kepada perangkat desa melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Kandeman pada 12 Agustus 2026.
SIKANDA merupakan bagian dari program Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Kandeman Terintegrasi yang digagas untuk mendukung proses digitalisasi informasi dan pelayanan di tingkat desa.
Website tersebut dirancang dan dikembangkan oleh Frans Kevin Sebastian Siagian, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi Universitas Diponegoro, sebagai upaya menghadirkan pusat informasi Desa Kandeman yang lebih terstruktur, mudah diakses, dan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Pengembangan SIKANDA berangkat dari kebutuhan Desa Kandeman akan media informasi terpusat yang dapat dijangkau masyarakat tanpa harus selalu datang secara langsung ke balai desa.
Sebelumnya, sejumlah informasi masih banyak disampaikan melalui cara konvensional sehingga berita, agenda, informasi pelayanan, data desa, maupun berbagai potensi yang dimiliki Desa Kandeman belum seluruhnya terdokumentasi dan dipublikasikan melalui satu media digital yang terintegrasi.

Melalui SIKANDA, berbagai informasi tersebut dihimpun ke dalam satu portal yang dapat diakses masyarakat. Website ini memuat informasi mengenai profil dan pemerintahan desa, pelayanan administratif, berita dan pengumuman, agenda desa, statistik kependudukan, informasi pelayanan kesehatan, potensi wilayah, hingga profil UMKM yang berada di Desa Kandeman.
Kehadiran SIKANDA tidak hanya ditujukan sebagai media publikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu masyarakat memperoleh informasi desa secara lebih mudah dan jelas.
Informasi mengenai pelayanan dapat dilihat secara mandiri, sementara kegiatan, profil wilayah, serta berbagai potensi lokal Desa Kandeman dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui ruang digital.
Proses perancangan SIKANDA diawali dengan identifikasi kebutuhan melalui komunikasi dan koordinasi bersama perangkat Desa Kandeman. Tahap tersebut digunakan untuk menentukan struktur informasi, alur penggunaan, serta fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun operasional pemerintahan desa.
Dalam proses pengembangannya, Frans Kevin Sebastian Siagian menangani perancangan sistem, pengembangan antarmuka pengguna, penyusunan alur penggunaan, hingga implementasi website SIKANDA.
Sementara itu, proses pengumpulan dan penyusunan sejumlah data serta materi informasi dilakukan secara kolaboratif bersama anggota TIM II KKN-R Desa Kandeman dari berbagai bidang keilmuan dengan dukungan perangkat desa.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar SIKANDA tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang menggambarkan kondisi dan kebutuhan Desa Kandeman secara lebih menyeluruh, mulai dari pelayanan publik, kependudukan, kesehatan, pemerintahan, hingga potensi ekonomi dan wilayah desa.
Dari sisi teknis, website dikembangkan dengan memperhatikan kemudahan penggunaan serta kemampuan akses melalui berbagai perangkat. SIKANDA kemudian dipublikasikan melalui platform cloud Vercel sehingga dapat diakses secara daring.
Tampilan yang responsif juga diterapkan agar masyarakat dapat menggunakan website melalui komputer, laptop, maupun perangkat seluler dengan lebih nyaman. Selain halaman informasi yang dapat diakses masyarakat, SIKANDA turut dilengkapi dengan sistem pengelolaan yang memungkinkan informasi desa diperbarui sesuai kebutuhan.
Dengan adanya mekanisme tersebut, perangkat desa memiliki ruang untuk mengelola konten sehingga informasi yang ditampilkan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan kegiatan dan pelayanan di Desa Kandeman.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program, kegiatan sosialisasi pada 12 Agustus 2026 tidak hanya digunakan untuk memperkenalkan berbagai fitur SIKANDA, tetapi juga untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai pemanfaatan website serta pengelolaan informasi di dalamnya.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar SIKANDA tidak berhenti sebagai hasil program mahasiswa KKN, melainkan dapat terus dimanfaatkan setelah pelaksanaan KKN berakhir.

Kehadiran SIKANDA mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Kandeman. Kepala Desa Kandeman, Budy Warnoto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Diponegoro atas website yang telah dibuat.
Menurutnya, keberadaan SIKANDA membantu mendukung kebutuhan administrasi dan penyampaian informasi di lingkungan Balai Desa Kandeman sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi desa secara lebih jelas dan terpusat.
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Kandeman, Tamtama. Ia menilai keberadaan website tersebut tidak hanya bermanfaat bagi perangkat desa dan masyarakat Kandeman, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan Desa Kandeman kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui informasi mengenai profil desa, kegiatan, pelayanan, hingga berbagai potensi yang dimiliki, masyarakat dari luar Desa Kandeman dapat mengenal wilayah tersebut dengan lebih mudah melalui SIKANDA.
Pengembangan SIKANDA turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, khususnya melalui pemanfaatan inovasi dan infrastruktur digital untuk mendukung pembangunan.
Dalam lingkup pemerintahan desa, penggunaan teknologi informasi dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun sistem penyampaian informasi yang lebih terpusat, mudah diakses, serta adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
Melalui SIKANDA, digitalisasi di Desa Kandeman tidak hanya diwujudkan melalui keberadaan sebuah website, tetapi juga melalui pembangunan ruang informasi yang menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, pelayanan publik, dan berbagai potensi lokal dalam satu sistem digital.
Keberlanjutan pengelolaan SIKANDA selanjutnya menjadi bagian penting agar informasi yang tersedia tetap aktual dan relevan.
Dengan keterlibatan perangkat desa dalam pengelolaannya, SIKANDA diharapkan dapat terus berkembang dan dimanfaatkan sebagai salah satu sarana informasi serta pelayanan bagi masyarakat sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan Desa Kandeman kepada khalayak yang lebih luas.
Penulis: Frans Kevin Sebastian Siagian | Teknologi Rekayasa Otomasi
TIM II KKN-R Desa Kandeman Universitas Diponegoro 2026
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar