Jatengvox.com – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pendataan dan penyuluhan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan sekaligus upaya mendorong sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah.
Kegiatan pendataan dan penyuluhan dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di Balai Desa Gringging dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan akibat berbagai faktor, seperti kondisi fisik, psikologis, lingkungan sekitar, serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan.
Sebagai bagian dari proses pendataan, mahasiswa KKN Tim II Undip, Cici Nur Hamidah, melakukan identifikasi secara langsung dengan mendatangi rumah warga atau door-to-door.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi anak sekaligus mengetahui faktor yang melatarbelakangi anak tidak melanjutkan pendidikan.
Hasil pendataan kemudian menjadi dasar untuk memberikan edukasi dan mendorong adanya pendampingan yang sesuai dengan kondisi anak dan keluarga.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan penyuluhan edukatif kepada masyarakat. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan serta informasi mengenai berbagai pilihan yang dapat ditempuh oleh anak yang mengalami putus sekolah.
Selain jalur pendidikan formal, masyarakat juga diberikan informasi mengenai pendidikan kesetaraan atau Kejar Paket, serta akses terhadap bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pentingnya peran keluarga dalam mendampingi Anak Tidak Sekolah (ATS).
Keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak sehingga dukungan, komunikasi, dan perhatian dari orang tua menjadi bagian penting dalam mendorong anak untuk kembali memperoleh akses pendidikan.

Poster Edukatif sebagai Luaran Kegiatan
Sebagai bentuk luaran konkret dari kegiatan KKN, mahasiswa KKN Tim II Undip, Cici Nur Hamidah menyusun poster edukatif bertajuk “Pendampingan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Penguatan Peran Keluarga dalam Mendorong Anak Memperoleh Akses Pendidikan.” Poster tersebut dirancang sebagai media informasi yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh keluarga maupun masyarakat.
Poster memuat informasi mengenai pengertian Anak Tidak Sekolah, faktor penyebab anak berhenti sekolah, dampak yang dapat muncul ketika anak tidak memperoleh pendidikan, serta peran keluarga dalam memberikan pendampingan.
Selain itu, poster juga memuat langkah-langkah pendampingan yang dapat dilakukan keluarga, mulai dari mengenali penyebab anak berhenti sekolah, membangun kepercayaan, menyusun rencana bersama, mencari informasi mengenai pilihan pendidikan, mendampingi proses pendaftaran, hingga memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
Poster tersebut juga memberikan informasi mengenai pemanfaatan pelayanan Pemerintah Desa dan Dinas Pendidikan untuk memperoleh informasi terkait pilihan pendidikan melalui Paket A, Paket B, Paket C, maupun bantuan pendidikan.
Dengan demikian, poster diharapkan dapat menjadi media edukasi yang membantu keluarga memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi permasalahan Anak Tidak Sekolah. .
Mendorong Kolaborasi dalam Penanganan ATS
Penanganan Anak Tidak Sekolah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, masyarakat, pemerintah desa, sekolah, dan instansi terkait memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak tetap memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Tim II Undip, Cici Nur Hamidah, diarahkan untuk membangun kesadaran dan mendorong kolaborasi di tingkat masyarakat.
Melalui pendataan langsung, penyuluhan, serta penyediaan poster edukatif, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Gringging dalam meningkatkan kepedulian terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh informasi mengenai alternatif pendidikan yang tersedia bagi anak yang mengalami hambatan dalam melanjutkan sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Melalui semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Undip, Cici Nur Hamidah berharap keberadaan poster edukatif dan kegiatan pendampingan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Gringging.
Kepedulian terhadap pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan KKN, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui peran aktif keluarga dan masyarakat dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk memperoleh kembali akses pendidikan.
Penulis: KKN TIM Ⅱ UNDIP, Cici Nur Hamidah, S1 Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar