Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) TIM II Universitas Diponegoro (Undip) yang berlokasi di Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan menginisiasi program Sosial kemasyarakatan (Sosmas) berupa edukasi pengenalan teknologi perkapalan serta pengelolaan sampah secara bijak.
Kedua program ini dilaksanakan oleh Faya Ananda, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Pemerintahan Undip dan Dimas Rafif Fahrezy, mahasiswa Sekolah Vokasi (SV), Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Bulakpelem, pada Senin (27/7/2026) yang diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa yang menemukan bahwa kesadaran memilah sampah sejak dini masih perlu ditanamkan lebih kuat kepada anak-anak di Desa Bulakpelem, sehingga kebiasaan membuang sampah dengan bijak dapat terus berlanjut hingga dewasa.
Selain itu, mahasiswa juga melihat bahwa perlunya ditanamkan pengetahuan kepada siswa mengenai dunia kemaritiman, khususnya dalam aspek perkapalan.
Berdasarkan dua temuan tersebut, mahasiswa dari lintas disiplin ilmu, Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) berkolaborasi menghadirkan program edukatif yang dikemas dengan menarik bagi siswa sekolah dasar.
Koordinator Desa TIM II KKN-R Desa Bulakpelem, Dimas Rafif Fahrezy, menjelaskan bahwa SDN 2 Bulakpelem dipilih sebagai lokasi kegiatan karena usia sekolah dasar dinilai sebagai momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai dunia kemaritiman.
“Kita pilih SDN 2 Bulakpelem karena anak-anak usia segitu tuh lagi bagus-bagusnya buat dikasih pemahaman kan ya, baik soal lingkungan maupun wawasan umum. Makanya kita gabungin dua proker itu tuh, dari faya anak Ilpem soal pemilahan sampah, terus dari aku TRKP mengangkat soal pengenalan dunia kapal. Harapannya siswa bisa dapet ilmu sekaligus seru-seruan,” ujar Dimas.
Kegiatan edukasi tersebut dilakukan secara terpisah, namun di waktu yang bersamaan. Penyampaian materi dilakukan pada pukul 08.00 hingga satu jam pelajaran usai.
Faya Ananda, dari prodi Ilmu Pemerintahan memulai materi di kelas 4 SDN 02 Bulakpelem mengenai pemilahan sampah.

Sementara itu, Dimas Rafif Fahrezy, dari prodi TRKP menyampaikan materinya tentang dunia kemaritiman kepada siswa kelas 5 SDN 02 Bulakpelem.
Faya membawa materi mengenai edukasi pemilahan sampah dengan interaktif melalui permainan menempelkan jenis-jenis sampah apa yang masuk dalam klasifikasi sampah tertentu.
Klasifikasi sampah yang dimaksud adalah sampah organik, anorganik, dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Dalam praktiknya edukasinya, siswa kelas 4 diberikan potongan kertas berisikan gambar sampah yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kemudian, mahasiswa membagi kelas menjadi dua kelompok yang masing-masing berjumlah 10 orang, Setiap kelompok diminta untuk memilah terlebih dahulu jenis sampah dan siap untuk ditempelkan ke dalam styrofoam bertuliskan klasifikasi ketiga sampah di atas.
Siswa kelas 4 sangat antusias mengikuti pembelajaran yang sudah disiapkan oleh mahasiswa. Bahkan, kedua kelompok sama-sama mampu mengelompokkan jenis sampah berdasarkan klasifikasinya.
Faya, selaku pemberi materi mengungkapkan kebahagiannya akan rasa keingintahuan serta antusiasme dari siswa yang ia beri materi.
“Saya sendiri merasa sangat seneng ya buat ngasih materi di sini, anak-anaknya tuh saya kira belum dapat mengikuti dengan baik dan belum bisa banget mengelompokkan sampah gitu loh, ternyata malah bisa banget, jago malah. Saya jadi merasa ga sia-sia memberikan materi di kelas 4 ini,” ujar Faya.
Kemudian di waktu yang sama, tetapi di ruang kelas yang berbeda, Dimas selaku mahasiswa TRKP menyampaikan materi mengenai dunia kemaritiman.
Siswa kelas 5 menjadi sasaran dari materi edukasi ini karena dianggap usia yang dimiliki oleh rentang kelas tersebut sudah cukup untuk dikenalkan tentang kemaritiman.
Materi diawali dan disampaikan dengan metode interaktif menggunakan modul ajar berupa ppt berisikan jenis-jenis kapal, profesi-profesi dalam dunia perkapalan, serta penjelasan mengapa Indonesia disebut negara maritim. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan permainan kapal karam sebagai ice breaking agar siswa tidak jenuh.
Di akhir kedua kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa turut membagikan jajanan kepada siswa kelas 4 dan 5 SDN 02 Bulakpelem sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif mereka.
Salah satu guru SDN 02 Bulakpelem, Winarso menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang sudah memberikan materi edukasi kepada siswa kelas 4 dan 5 dengan interaktif dan mudah diterima oleh siswa.
“Anak-anak ternyata jadi lebih semangat karena belajarnya sama kakak-kakak yang udah dikenal, soalnya beberapa juga udah kenal ternyata. Selain itu, karena sambil praktik langsung, tidak cuma dengerin penjelasan saja, anak-anak jadi antusias dan ga bosen. Harapannya kebiasaan misahin sampah ini bisa mereka bawa terus sampai di rumah masing-masing, dan wawasan akan dunia kemaritiman bisa tertanam kuat di benak anak-anak,” ungkap Winarso.
Melalui program Sosmas ini, mahasiswa KKN-R TIM II Undip berharap siswa-siswi SDN 2 Bulakpelem dapat tumbuh menjadi generasi yang senantiasa peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak dini sekaligus memiliki wawasan yang lebih luas mengenai seluk beluk perkapalan serta menariknya dunia kemaritiman.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi siswa SDN 2 Bulakpelem dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
Penulis: TIM II KKN-R Bulakpelem
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar