Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Teknologi Perkapalan kepada Anak-Anak Melalui Program Teras di Desa Gandu

waktu baca 5 menit
Jumat, 24 Jul 2026 21:00 5 jatengvox

Jatengvox.com – Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro Desa Gandu menyelenggarakan program kerja Sosial Kemasyarakatan dengan tema “TERAS (Teknologi Ramah Anak Sekitar)” bagi anak-anak usia 10–11 tahun di Desa Gandu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Program TERAS dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan teknologi kepada anak-anak dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dikenalkan dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diajak memahami bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara sehat, bijak, dan sesuai kebutuhan.

Salah satu bidang teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah teknologi transportasi laut dan perkapalan.

Penyusunan dan penyampaian materi edukasi mengenai penggunaan teknologi dalam kegiatan TERAS dilakukan oleh Ayyash Assayyaf Dhiyaulhaq, mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, sesuai dengan bidang keilmuannya.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan teknologi transportasi laut, fungsi kapal, peran teknologi dalam mendukung keselamatan dan aktivitas pelayaran, serta konsep dasar mengenai kemampuan kapal untuk mengapung di laut.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak mengenal kapal tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai fungsi kapal, seperti mengangkut penumpang dan barang serta menunjang berbagai aktivitas di laut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU 07 Undip Mengawal Kesehatan Balita dan Lansia Lewat Posyandu Desa Sobokerto

Dengan demikian, peserta dapat mengetahui bahwa kapal memiliki peranan penting dalam mendukung transportasi dan distribusi.

Salah satu materi yang menjadi bagian menarik dalam kegiatan adalah pembahasan mengenai mengapa kapal dapat mengapung di laut.

Konsep tersebut disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak usia 10–11 tahun.

Peserta dikenalkan secara umum bahwa kemampuan kapal untuk mengapung berkaitan dengan bentuk dan rancangan kapal serta prinsip gaya apung.

Materi tersebut menjadi pengenalan awal bahwa teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki dasar ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari.

Peserta juga diperkenalkan pada peran teknologi dalam mendukung keselamatan pelayaran. Teknologi pada kapal dapat membantu proses navigasi, komunikasi, serta pemantauan kondisi kapal selama melakukan aktivitas pelayaran.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa perkembangan teknologi bukan hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan, tetapi juga memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan manusia.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi secara interaktif. Penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana dan diselingi dengan pertanyaan agar peserta dapat terlibat secara aktif.

Peserta diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki mengenai kapal dan teknologi.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif dan kuis interaktif. Permainan dan kuis digunakan sebagai sarana untuk membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus membantu peserta mengingat kembali materi yang telah diberikan.

Peserta diajak menjawab pertanyaan mengenai fungsi kapal, teknologi transportasi laut, keselamatan pelayaran, hingga konsep dasar kapal dapat mengapung.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Rancang Siteplan CFD untuk Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung

Sebagai penguatan materi dan evaluasi sederhana, peserta kemudian mengerjakan lembar aktivitas atau worksheet.

Melalui lembar aktivitas tersebut, peserta dapat mengulang kembali materi yang telah diterima dan menerapkannya dalam bentuk tugas sederhana.

Kegiatan ini juga membantu melihat sejauh mana peserta dapat memahami informasi yang telah disampaikan selama pembelajaran.

Ayyash Assayyaf Dhiyaulhaq selaku penyusun dan penyampai materi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi anak-anak Desa Gandu dalam mengenal teknologi.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, anak-anak Desa Gandu tidak hanya mengetahui bahwa kapal bisa mengapung atau bahwa kapal digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga mulai memiliki rasa ingin tahu terhadap bagaimana teknologi bekerja. Semoga dari kegiatan sederhana ini, mereka semakin tertarik untuk belajar, berani bertanya, dan tidak takut untuk mengenal bidang sains dan teknologi sejak dini,” ujarnya.

Materi yang diberikan melalui program TERAS memberikan sejumlah manfaat bagi peserta. Pengenalan teknologi perkapalan sejak usia sekolah dasar dapat membantu menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperluas wawasan anak mengenai bidang yang mungkin belum banyak mereka kenal.

Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai transportasi laut, fungsi kapal, serta penerapan teknologi untuk mendukung aktivitas dan keselamatan pelayaran.

Selain menambah wawasan, pembelajaran mengenai alasan kapal dapat mengapung juga dapat menjadi pengenalan awal terhadap konsep sains dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta diajak untuk tidak hanya menerima suatu fakta, tetapi juga mulai memahami bahwa terdapat alasan ilmiah di balik berbagai fenomena yang mereka temui.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Revitalisasi Perpustakaan Desa Watugajah, Dorong Minat Literasi Warga dan Anak-anak

Pendekatan tersebut dapat mendorong anak untuk terbiasa bertanya mengenai “mengapa” dan “bagaimana” suatu hal dapat terjadi.

Permainan edukatif, kuis, dan worksheet juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara aktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan, mengingat kembali informasi, serta menyelesaikan aktivitas berdasarkan materi yang telah diberikan.

Hal tersebut diharapkan dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus melatih kemampuan berpikir dan pemecahan masalah secara sederhana.

Melalui program TERAS, anak-anak Desa Gandu mendapatkan pengalaman mengenal dunia teknologi melalui bidang perkapalan dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan ketertarikan peserta terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memperkenalkan bahwa bidang teknologi memiliki berbagai cabang dan peluang yang dapat dipelajari sejak dini.

Program TERAS juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengalaman belajar tambahan bagi anak-anak Desa Gandu dengan memanfaatkan latar belakang keilmuan yang dimiliki.

Melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta, pengetahuan mengenai teknologi perkapalan dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih sederhana dan menarik.

Ke depannya, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus mendorong anak-anak untuk memiliki rasa ingin tahu, gemar belajar, berani bertanya, serta melihat teknologi sebagai sesuatu yang dapat memberikan manfaat positif bagi kehidupan.

 

Penulis/Reporter : Ayyash Assayyaf Dhiyaulhaq

Fotografer :Tsaabitah Silvantri Maitsya Suryaningtyas

Kontak Media / Humas Kelompok : Instagram @kkn.gandu2026

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA