Jatengvox.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 42 hari di Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, sejak 8 Juli 2026.
Kegiatan KKN menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan serta pengembangan program yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di wilayah pengabdian.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 11 mahasiswa dari 11 program studi yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro, yaitu Almadhea Lintang Agung (Kesehatan Masyarakat), Arkan Daffa Pratama (Teknik Perkapalan), Betari Nayla Janna (Manajemen dan Administrasi Logistik), Calista Sahla (Informatika), Danniel Pardamean Nababan (Akuntansi Perpajakan), Fadhila Nur Rufieda (Agroekoteknologi), Fadhly Umar (Administrasi Bisnis), Haya Shafa Nurhusna (Ilmu Komunikasi), Nabila Maharani Putri Sibali (Hukum), Rega Anggilia Maharani (Akuntansi), dan Zubaidah (Bahasa dan Kebudayaan Jepang).

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga turut memperhatikan permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sarwodadi.
Berbagai program dirancang dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar serta mengedepankan solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Salah satu fokus kegiatan mahasiswa adalah bidang kesehatan dan lingkungan. Program tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan tanaman sereh sebagai bahan pembuatan sprayer antinyamuk bernama Serdadi. Desa Sarwodadi menghadapi salah satu permasalahan kesehatan berupa penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Menurut Kepala Desa Sarwodadi, Wahyu Widodo S. Hut, DBD menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cukup tinggi di wilayah Desa Sarwodadi, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memanfaatkan tanaman sereh sebagai bahan pembuatan sprayer yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi gangguan nyamuk di lingkungan masyarakat.

Desa Sarwodadi merupakan wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Kondisi tersebut membuat tanaman sereh cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar desa.
Selain mudah dibudidayakan, sereh memiliki aroma yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam produk pengusir nyamuk.
Potensi tersebut mendorong mahasiswa KKN Universitas Diponegoro untuk mengolah sereh sebagai bahan utama pembuatan sprayer antinyamuk bernama Serdadi. Tidak hanya membagikan sampel produk, mahasiswa juga mendemonstrasikan proses pembuatan Serdadi kepada masyarakat.
Demonstrasi tersebut dilakukan agar warga dapat mengetahui tahapan pembuatannya dan memiliki pengetahuan yang dapat diterapkan secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Pengembangan program Serdadi tidak hanya melibatkan pembuatan produk, tetapi juga menyiapkan berbagai media pendukung agar Serdadi dapat dikenalkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Media pendukung tersebut meliputi label produk yang dirancang oleh Haya Shafa Nurhusna, banner edukasi untuk diletakkan di puskesmas desa yang disusun oleh Zubaidah, serta leaflet berisi standar operasional prosedur (SOP) produksi, komposisi, cara penggunaan, aspek hukum, proses pembuatan, manfaat, hingga analisis biaya produksi yang disusun oleh Almadhea Lintang Agung, Betari Nayla Janna, Danniel Pardamean Nababan, Fadhly Umar, Nabila Maharani Putri Sibali, dan Rega Anggilia Maharani.
Selain penyusunan media, Fadhila Nur Rufieda berperan mendemonstrasikan proses pembuatan Serdadi kepada masyarakat, sementara Calista Sahla menangani publikasi digital untuk memperkenalkan produk ini secara lebih luas, dan untuk Arkan Daffa Pratama berperan menjadi operator ketika demonstrasi juga menyiapkan peralatan untuk presentasi. Berbagai kontribusi tersebut menjadi bagian dari luaran program hasil kolaborasi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.
Pelaksanaan program tersebut mendapat respons antusias dari masyarakat Desa Sarwodadi, terlihat dari keterlibatan warga selama demonstrasi pembuatan Serdadi dan panduan yang diberikan mahasiswa mengenai cara pembuatannya.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal dan solusi sederhana dapat menjadi langkah awal menjawab permasalahan lingkungan di desa, sekaligus memperkenalkan masyarakat pada pemanfaatan tanaman yang mudah ditemukan di sekitar mereka.
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat setelah masa pengabdian berakhir, sehingga potensi lokal Desa Sarwodadi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Penulis: KKN Tim II Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar