Jatengvox.com – Maris Putri Dewanty Sianturi, seorang mahasiswi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, melaksanakan program kerja monodisiplin sosial kemasyarakatan berupa sosialisasi “Literasi Keuangan, Investasi, Perpajakan, dan Perencanaan Karier” kepada siswa kelas XII SMAN 1 Polanharjo.
Program ini dilatarbelakangi oleh survei awal sederhana yang dilakukan sebelum kegiatan melalui tanya jawab dengan guru serta pengumpulan tanggapan dan informasi melalui media sosial.
Dari tahap tersebut diperoleh gambaran bahwa masih banyak siswa yang belum memahami secara utuh materi mengenai pengelolaan keuangan, akuntansi dasar, pajak, investasi, dan perencanaan karier.
Oleh karena itu, siswa kelas XII dipilih sebagai sasaran karena sedang berada pada masa transisi menuju pendidikan tinggi, dunia kerja, maupun kegiatan usaha.
Pada materi literasi keuangan dan akuntansi sederhana, siswa diperkenalkan pada kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, menyisihkan uang untuk ditabung, serta mengevaluasi penggunaan uang.
Siswa juga diajak memahami bahwa akuntansi bukan hanya menghitung angka, melainkan mencatat transaksi, mengelompokkan informasi, menganalisis kondisi keuangan, dan membantu pengambilan keputusan, termasuk dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun usaha sederhana.
Materi perpajakan disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dikenalkan pada fungsi pajak dalam mendukung pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan masyarakat, serta pengenalan dasar mengenai Pajak Penghasilan (PPh) yang berkaitan dengan penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berkaitan dengan konsumsi.
Melalui materi ini, siswa diharapkan memahami bahwa kesadaran pajak merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara dan akan semakin relevan ketika mereka memasuki dunia kerja.
Salah satu isu yang turut dijelaskan dalam sosialisasi adalah bahaya perjudian daring (judol), khususnya bagi anak muda yang mudah terpengaruh oleh tawaran keuntungan cepat.
Siswa diberi pemahaman bahwa judol mengandalkan keberuntungan dan berisiko menyebabkan kehilangan uang.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, siswa dikenalkan pada tanda-tanda seperti janji “pasti menang”, modal kecil dengan keuntungan besar, jaminan cuan setiap hari, permintaan deposit atau top up terus-menerus, serta dorongan untuk terus bermain demi mengembalikan uang yang telah hilang.
Siswa juga diajak untuk tidak mudah tergiur keuntungan instan, lebih kritis terhadap tawaran di media digital, dan memeriksa legalitas sebelum mengambil keputusan finansial.
Materi kemudian dikaitkan dengan perencanaan karier melalui pengenalan minat, kemampuan diri, pilihan pendidikan lanjutan, dan langkah yang dapat disusun setelah lulus.
Pelaksanaan program didukung oleh dua luaran utama. Pertama, materi PowerPoint yang telah dipresentasikan secara langsung di kelas XII SMAN 1 Polanharjo. Kedua, media edukasi berbentuk brosur tiga lipatan (tri-fold) sebagai bahan bacaan kembali.
Brosur tersebut memuat pesan mengenai pengelolaan uang, pajak, akuntansi dalam kehidupan sehari-hari, bahaya judol dan kewaspadaan terhadap tawaran keuntungan instan, serta ajakan menjadi generasi yang cerdas mengelola uang, bijak mengambil keputusan, dan sadar akan kewajiban pajak.
Keberhasilan program ini terlihat dari respons siswa setelah mengikuti sosialisasi. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi pajak, pencatatan keuangan dan akuntansi sederhana, pengelolaan uang, serta pentingnya perencanaan karier.
Siswa juga menjadi lebih waspada terhadap bahaya judi online dan tawaran keuntungan instan yang mudah memengaruhi kalangan muda.
Hal tersebut menunjukkan bahwa materi sosialisasi dapat dipahami dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), karena memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang mendukung kesiapan siswa menghadapi pendidikan lanjutan dan kehidupan setelah sekolah.
Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), terutama melalui penguatan perencanaan karier, kesiapan memasuki dunia kerja, dan pembentukan perilaku ekonomi yang lebih bijak sejak usia sekolah.
Melalui program sosial kemasyarakatan ini, Maris Putri Dewanty Sianturi berharap materi sosialisasi, PowerPoint, dan brosur tri-fold dapat menjadi media edukasi yang bermanfaat bagi siswa kelas XII SMAN 1 Polanharjo.
Pemahaman yang diperoleh diharapkan membantu siswa mengelola keuangan, memahami perpajakan, menerapkan pencatatan keuangan sederhana, lebih waspada terhadap bahaya judol, serta menentukan langkah karier secara lebih terencana.
Penulis: Maris Putri Dewanty Sianturi
Pembimbing: Dr. Ir. Suyatno M.Kes.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar