Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, menginisiasi program pembelajaran bahasa Inggris bertajuk “Segaran Speaks English” (SSE) di SDN 1 dan SDN 2 Segaran guna melatih keberanian serta kepercayaan diri siswa.
Program ini digagas oleh Rafa Narryama Rassyantra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP angkatan 2023.
SSE dirancang untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6 melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, Rafa tidak hanya memaparkan materi kosakata dan kalimat sederhana, tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas komunikasi dan public speaking.
Kegiatan tersebut meliputi perkenalan diri, permainan tebak gerakan, sesi tanya jawab, hingga praktik storytelling di depan kelas.
Pembelajaran intensif ini dilaksanakan satu kali seminggu untuk setiap kelas di kedua sekolah dasar tersebut.
Selama program berlangsung, materi yang disajikan meliputi Greetings, Self Introduction, Hobbies, dan tema khusus Independence Day.
Seluruh materi diformulasikan secara mandiri oleh Rafa dengan menyesuaikan tingkat kemampuan pemula (beginner).
Setiap sesi dirancang terstruktur, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, class rules, tepuk penyemangat, permainan, hingga praktik.
Kalimat sederhana seperti “Good morning, everyone. My name is…”, “I like…”, dan “My hobby is…” menjadi fondasi awal siswa membiasakan diri bertutur dalam bahasa Inggris.
Siswa juga diajak mengikuti class chants seperti “One… Feet on the floor! Feet on the floor!” untuk menjaga ketertiban, fokus, dan antusiasme belajar.
Rafa menjelaskan bahwa pengenalan bahasa Inggris sejak dini memegang peranan krusial dalam menghadapi masyarakat global. Namun, aspek terpenting yang ingin dicapainya adalah membangun mental anak agar tidak takut salah.
“Bahasa Inggris untuk primary level sangat penting karena ke depannya kita akan menjadi bagian dari masyarakat global. Kemampuan ini tentunya tidak dapat dibangun hanya dalam satu atau dua hari, tetapi perlu diperkenalkan sejak dini. Namun, yang paling utama adalah membangun keberanian dan rasa percaya diri siswa agar tidak takut melakukan kesalahan ketika mempelajari bahasa itu sendiri. Menurut saya, keberanian merupakan fondasinya. Ketika siswa sudah berani, proses untuk meningkatkan kemampuan mereka ke depannya akan jauh lebih mudah. Ini juga mengingatkan saya ketika pertama kali mempelajari bahasa Inggris dahulu,” ujar Rafa, inisiator program Segaran Speaks English.
Selama satu bulan pelaksanaan program intensif SSE, siswa ditargetkan menguasai kemampuan dasar komunikasi, seperti melakukan perkenalan diri, menyampaikan hobi, merespons pertanyaan “How are you?” sesuai kondisi emosional, serta menghafal minimal 30 kosakata baru.
Melalui kolaborasi erat antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan para siswa, program Segaran Speaks English diharapkan menjadi landasan berkelanjutan dalam melahirkan generasi yang komunikatif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan global.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar