Manfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga, Mahasiswi KKN Undip Kenalkan Pembuatan Air Lindi kepada Ibu-Ibu PKK Desa Karanglo

waktu baca 3 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 20:00 10 jatengvox

Jatengvox.com – Najwa Faizatul Salsabila, seorang mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, melaksanakan program kerja monodisiplin berupa Sosialisasi Pembuatan Air Lindi Organik dengan Memanfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga kepada ibu-ibu PKK Dukuh Pusur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Joglo Tani Dukuh Pusur, Desa Karanglo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan cara sederhana dalam memanfaatkan sampah organik rumah tangga agar dapat diolah dan digunakan kembali.

Program ini dilatarbelakangi oleh adanya sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sisa sayuran, buah-buahan, serta sisa makanan yang tidak berminyak umumnya masih dibuang setelah tidak digunakan.

Padahal, bahan-bahan tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan air lindi organik melalui proses pengolahan sederhana.

Dalam kegiatan sosialisasi, ibu-ibu PKK Dukuh Pusur diberikan penjelasan mengenai pengenalan air lindi organik, manfaat, bahan yang dapat digunakan, cara pembuatan, hingga cara penggunaannya.

Baca juga:  Mahasiswa Psikologi Undip Berikan Psikoedukasi Perkembangan Anak Balita untuk Meningkatkan Pemahaman Orang Tua

Materi disampaikan dengan cara yang sederhana dan disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Sebagai output program kerja, mahasiswa menyusun booklet pembuatan air lindi organik yang diberikan kepada peserta sosialisasi.

Booklet tersebut berisi pengenalan air lindi organik, manfaat, bahan dan alat yang diperlukan, langkah-langkah pembuatan dan penggunaan, serta contoh hasil air lindi organik.

Booklet ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi ibu-ibu untuk mencoba kembali proses pembuatan air lindi secara mandiri di rumah.

Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, dilakukan penggalian pengetahuan awal melalui pre-test dan tanya jawab.

Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa ibu-ibu PKK Dukuh Pusur sebelumnya belum mengetahui dan belum pernah membuat air lindi organik dengan memanfaatkan sampah rumah tangga. Ibu-ibu lebih mengenal eco enzyme sebagai salah satu bentuk pengolahan sampah organik.

Baca juga:  Agar Pengelola Punya Panduan Jelas, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Susun SOP Pengelolaan Koleksi dan Operasional KALOKA

Setelah mendapatkan sosialisasi, ibu-ibu mulai mengetahui bahwa sisa sayuran, sisa buah-buahan, serta sisa makanan yang tidak berminyak dapat dimanfaatkan dalam pembuatan air lindi organik.

Pengetahuan tersebut menjadi hal baru bagi peserta karena bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah ternyata masih dapat dimanfaatkan kembali.

Antusiasme ibu-ibu terlihat setelah mengetahui bahwa pembuatan air lindi organik dapat dilakukan dengan bahan yang mudah ditemukan di rumah.

Ibu-ibu menunjukkan semangat dan ketertarikan untuk mencoba membuat air lindi organik secara mandiri, terutama karena pengolahan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.

Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production).

Kegiatan ini sejalan dengan Target 12.5, yang menekankan pengurangan timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU 07 UNDIP Susun Panduan Pengguna Bergambar untuk Permudah Akses Perpustakaan Digital Desa Sobokerto

Pemanfaatan sisa sayuran, buah-buahan, dan sisa makanan yang tidak berminyak menjadi air lindi organik merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kembali sampah organik yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin ke-15, yaitu Ekosistem Daratan (Life on Land). Pemanfaatan hasil pengolahan bahan organik untuk tanaman dapat mendukung upaya pemanfaatan bahan organik secara berkelanjutan dalam pengelolaan tanah dan tanaman.

Dengan demikian, pengolahan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga dapat memberikan manfaat kembali bagi lingkungan sekitar.

Melalui program kerja monodisiplin ini, mahasiswi berharap pengetahuan mengenai pembuatan air lindi organik dapat diterapkan oleh ibu-ibu PKK Dukuh Pusur dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan sisa sayuran, buah-buahan, dan sisa makanan yang tidak berminyak diharapkan dapat menjadi langkah sederhana bagi masyarakat untuk mengurangi sampah organik sekaligus memanfaatkannya kembali bagi kebutuhan tanaman.

 

Penulis: Najwa Faizatul Salsabila
Pembimbing: Dr. Ir. Suyatno M.Kes.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA