Mahasiswa KKN-R Undip Ubah Pekarangan Jadi Lebih Produktif lewat Aquaponik pada Kelompok Wanita Tani Desa Watugajah

waktu baca 4 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 21:30 2 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro di Desa Watugajah ,Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan baru saja menggelar Program Multidisiplin 2 pada Sabtu (1/8/2026).

Dalam program ini mereka fokus memberdayakan masyarakat lewat pelatihan aquaponik untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif.

Kegiatan tersebut difokuskan kepada ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani Desa Watugajah sebagai sasaran utamanya.

Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Aquaponik Berbasis Pekarangan Produktif sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan, Literasi Lingkungan, dan Kemandirian Ekonomi Desa untuk Mendukung SDGs Poin 3, 12, dan 13.” Tujuan utamanya adalah menambah wawasan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal lewat sistem aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan sekaligus tanaman.

Program Multidisiplin 2 KKN-R Undip Tim II 2026 di Desa Watugajah dirancang sebagai upaya pemberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan pekarangan secara produktif dengan sistem aquaponik.

Screenshot

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan desa terkait aquaponik untuk mengetahui potensi pekarangan serta kondisi dan kebutuhan anggota KWT.

Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam analisis potensi dan kebutuhan guna menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Baca juga:  KKN-T IDBU 40 UNDIP Angkat Potensi Dusun Puwono Semarang sebagai Destinasi Harmoni Alam dan Budaya

Selanjutnya dilakukan perencanaan anggaran pengadaan alat dan bahan agar seluruh kebutuhan program dapat dipersiapkan secara terarah. Setelah perencanaan selesai, dilakukan pengadaan alat dan bahan praktik aquaponik yang akan digunakan dalam proses pembuatan instalasi.

Untuk menunjang pemahaman anggota KWT, turut disusun modul atau buku panduan aquaponik yang berisi petunjuk penggunaan dan perawatan instalasi.

Tahap persiapan dilanjutkan dengan penyediaan bibit ikan dan benih tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan instalasi serta kondisi lingkungan Desa Watugajah.

Tahap berikutnya adalah pembuatan instalasi prototipe aquaponik yang dilakukan secara langsung bersama anggota KWT melalui proses perakitan dan pendampingan hingga instalasi siap digunakan.

Setelah instalasi selesai kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengenalan aquaponik kepada anggota KWT untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dan prinsip kerja aquaponik, manfaat pemanfaatan pekarangan, serta potensinya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Selanjutnya anggota KWT mengikuti pelatihan dan praktik penggunaan aquaponik melalui demonstrasi secara langsung mengenai cara mengoperasikan sistem, melakukan perawatan, serta memantau kondisi tanaman dan ikan.

Sebagai tahap akhir dilaksanakan sosialisasi penggunaan booklet aquaponik dengan memberikan penjelasan secara langsung mengenai isi booklet, mulai dari panduan pengelolaan, langkah-langkah perawatan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keberlangsungan instalasi.

Baca juga:  Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Booklet tersebut kemudian diberikan kepada anggota KWT sebagai media edukasi dan pegangan yang dapat digunakan secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir.

Setelah pelaksanaan sosialisasi dan pemberian booklet aquaponik dilakukan analisis terhadap hasil kegiatan untuk mengetahui sejauh mana informasi dan keterampilan yang diberikan dapat dipahami oleh anggota KWT.

Screenshot

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan anggota KWT menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar aquaponik, mulai dari hubungan antara ikan dan tanaman dalam satu sistem, manfaat pemanfaatan pekarangan, hingga cara pengoperasian dan perawatan instalasi aquaponik.

Ketua KWT Desa Watugajah Ibu Uminah menyambut positif program yang dibawakan mahasiswa KKN-R Undip ini.

“Kami senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Ibu-ibu KWT tidak cuma dapat teori aquaponik tapi juga bisa bawa pulang instalasinya untuk dirawat di rumah masing-masing. Jadi kami bisa langsung praktik dan belajar sendiri,” kata Ibu Uminah.

Acara berjalan cukup interaktif karena anggota KWT diajak langsung mempraktekkan pembuatan aquaponik.

Mahasiswa KKN-R Undip menjelaskan cara kerjanya secara rinci sekaligus mendampingi praktik langsung agar warga makin paham cara pemakaian dan perawatannya. Set aquaponik yang dibagikan ke tiap warga sudah lengkap berisi ikan dan tanaman.

Langkah ini diambil agar ibu-ibu KWT bisa langsung meneruskan perawatan secara mandiri di rumah. Bukan cuma unit aquaponik mahasiswa juga membagikan buku panduan dan booklet edukatif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Kembangkan dan Uji Portal Publik KALOKA untuk Mendukung Digitalisasi Informasi Desa Sobokerto

Modul ini disiapkan sejak awal rancangan Program Multidisiplin 2 sebagai pegangan jangka panjang warga setelah masa KKN berakhir.

Ibu Uminah sendiri merasa kehadiran buku panduan ini sangat membantu mereka untuk belajar mandiri.

“Buku panduan dan booklet ini berguna banget buat kami. Nanti kalau lupa cara merawatnya kami tinggal intip lagi panduannya. Jadi pas adik-adik mahasiswa KKN sudah selesai kami masih punya pegangan,” tuturnya.

Program ini sebenarnya berangkat dari potensi pekarangan warga Desa Watugajah yang belum tergarap maksimal padahal masyarakatnya sudah punya modal dasar di bidang pertanian dan perikanan skala rumah tangga.

Alasan inilah yang mendorong tim KKN-R Undip Desa Watugajah mengenalkan sistem aquaponik sebagai solusi pekarangan produktif.

Tim mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap seluruh fasilitas yang dibagikan mulai dari instalasi bibit hingga buku panduan bisa terus dimanfaatkan secara berkala.

“Kami berharap program ini tidak berhenti begitu saja saat KKN selesai.” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.

Lewat Program Multidisiplin 2 ini mahasiswa KKN-R Undip ingin mengajak warga Desa Watugajah khususnya anggota KWT untuk mengubah pekarangan rumah jadi lahan yang bernilai.

 

Penulis: KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Watugajah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA