Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Melati dan Sekam Padi Bersama KWT Sekar Melati

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 20:00 11 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Desa Depok mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati Desa Depok. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang diusulkan oleh Laila Hasna Qanitah, mahasiswi jurusan Ilmu Kelautan dengan judul “Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Organik Potensi Desa kepada Kelompok Wanita Tani Desa Depok”.

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2026 di Balai Desa Depok dihadiri oleh 14 anggota dan pengurus KWT.

Desa Depok yang terletak di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang memiliki potensi desa berupa pertanian yang terdiri dari melati dan padi.

Akan tetapi potensi desa yang dihasilkan berupa bunga melati dan padi belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan desa apabila tidak dikelola dengan baik.

Maka dari itu muncullah ide untuk memanfaatkan limbah organik tersebut menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan oleh KWT untuk area pertanian.

Limbah yang dihasilkan berupa melati sisa sortasi dan sekam padi yang merupakan hasil potensi desa dari bidang pertanian yang terbesar.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Edukasi Literasi Digital dan Internet Sehat bagi Warga Desa Sobokerto

Pelaksanaan pelatihan ini ditujukan kepada KWT karena mereka merupakan salah satu pelaku utama dalam pengelolaan dan produksi melati.

Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan dan perkenalan oleh mahasiswi KKN. Selanjutnya, peserta diberikan penjelasan mengenai latar belakang pembuatan pupuk serta materi singkat mengenai pupuk organik.

Anggota KWT kemudian diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik beserta fungsinya masing-masing.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk secara langsung.

Demonstrasi diawali dengan pembuatan aktivator melalui pencampuran EM4, molase, dan air.

Baca juga:  Cegah Penyebaran Hoax, Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Ibu-Ibu PKK Dusun Ngancan Prinsip Saring Sebelum Sharing

Selanjutnya, bahan organik disusun secara bertahap ke dalam galon, yang terdiri atas sekam padi, limbah melati, dan daun-daun kering. Setiap lapisan bahan kemudian disemprotkan dengan larutan aktivator.

Dalam demonstrasi tersebut, peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara perawatan dan penyimpanan pupuk selama proses penguraian hingga pupuk siap digunakan.

Setelah seluruh tahapan pembuatan pupuk didemonstrasikan, kegiatan berlanjut ke sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi kesempatan bagi anggota KWT untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bahan, proses penguraian, hingga cara penggunaan pupuk organik.

Beberapa peserta juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan limbah organik yang selama ini dilakukan serta pemanfaatannya dalam kegiatan pertanian.

Sesi ini berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan komunikasi antara anggota KWT dan mahasiswa KKN.

Suasana kerja sama terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika peserta turut memperhatikan setiap tahapan demonstrasi pembuatan pupuk.

Salah satu anggota KWT menanyakan, “Berapa lama pupuk ini bisa sampai siap digunakan?” Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh mahasiswi KKN dengan menjelaskan proses penguraian dan ciri-ciri pupuk yang telah matang.

Baca juga:  Memperkuat Identitas Pentas Barongan melalui Karya Backdrop Kreatif Mahasiswa

Melalui kegiatan pelatihan ini, anggota KWT diharapkan dapat memahami cara memanfaatkan limbah organik yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal.

Limbah melati sisa sortasi, sekam padi, dan daun-daun kering yang sebelumnya hanya menjadi sisa kegiatan pertanian kini dapat diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan untuk tanaman di lahan KWT.

Selain menambah pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah limbah, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong KWT untuk melanjutkan pembuatan pupuk secara mandiri.

Dengan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan, pengolahan limbah melati, sekam padi, dan daun kering diharapkan dapat terus dilakukan sehingga turut membantu mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan di Desa Depok.

 

Penulis: Laila Hasna Qanitah, Anggota KKN Tim II UNDIP Desa Depok

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA