Program LENTERA menghadirkan kegiatan literasi di pojok baca serta permainan tradisional untuk menumbuhkan budaya belajar yang ramah, inklusif, dan menyenangkan di tengah masyarakat Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah. Jatengvox.com – Kelompok 3 Tim (KKN-T) IDBU 12 Universitas Diponegoro menyelenggarakan program LENTERA — Literasi untuk Menumbuhkan Tradisi Edukasi yang Ramah dan Berkelanjutan pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Polindes Desa Tawangsari tersebut ditujukan kepada masyarakat desa dan dirancang sebagai upaya untuk menyediakan ruang belajar yang lebih dekat, terbuka, dan menyenangkan bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan fasilitas literasi, tetapi juga menggabungkan aktivitas membaca dengan permainan tradisional yang bersifat edukatif dan interaktif.
Kehadiran perwakilan pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Tawangsari, Rendy Widodo Saputro, S.T., hadir mewakili Kepala Desa Tawangsari untuk menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan
Perpustakaan Desa Tawangsari. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya ruang literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca, belajar, dan memperoleh pengetahuan.
Perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi bersama.
Keberadaannya diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian peserta ke dalam beberapa kelompok untuk mengenalkan koleksi bacaan dan tata cara memanfaatkan pojok baca dengan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dan ditempel pada pohon literasi.
Pengenalan tersebut bertujuan membangun kedekatan peserta dengan buku. Dengan ruang belajar yang nyaman, anak-anak diajak memahami bahwa membaca tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban akademik, tetapi juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Penggabungan kegiatan literasi dengan permainan tradisional menjadi salah satu ciri utama program LENTERA. Pendekatan tersebut digunakan agar kegiatan edukasi tidak terasa kaku dan dapat diterima dengan lebih mudah oleh anak-anak maupun masyarakat.
Program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari budaya masyarakat.
Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital, permainan tradisional dapat menjadi alternatif aktivitas sosial yang mendorong interaksi langsung antarpeserta.
Program LENTERA tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dalam satu hari. Perpustakaan dan fasilitas literasi yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan serta dikembangkan oleh Pemerintah Desa Tawangsari bersama masyarakat.
Keberlanjutan program menjadi bagian penting agar kebiasaan membaca dapat tumbuh secara bertahap. Dukungan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga fasilitas, memperbarui kegiatan, serta mengajak lebih banyak warga memanfaatkan perpustakaan desa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui program KKN-T tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Penulis: Rizqi Gusriatama Mulyana – Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 12 UNDIP
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar