Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Desa Karangrejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan bertema “Inovasi Pangan Bergizi Berbasis Ikan untuk Mendukung SDGs 2: Zero Hunger melalui Diversifikasi Produk Bernilai Tambah dan Bernilai Jual” yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM di balai desa setempat, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas cara mengolah ikan lele menjadi makanan, tetapi juga mengajak masyarakat melihat bahwa ikan lele dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai program studi terlibat dalam kegiatan ini dengan memberikan materi sesuai bidang masing-masing.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan mengenai ikan lele sebagai salah satu sumber protein dan potensi pengolahannya menjadi produk pangan.
Peserta kemudian dikenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan nugget serta fungsi dari masing-masing bahan.
Untuk membantu peserta mempraktikkan kembali di rumah, mahasiswa juga menyiapkan leaflet yang berisi resep, kandungan gizi, langkah pembuatan, dan tips penyimpanan nugget ikan lele.
Setelah mendapatkan penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan nugget ikan lele. Mahasiswa menunjukkan bahan yang digunakan dan proses pembuatan adonan.
Peserta mengikuti proses tersebut dan diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ikan lele dapat diolah menjadi produk yang berbeda dari bentuk aslinya.
Tidak berhenti pada proses pembuatan, peserta juga diajak melihat nugget lele dari sisi peluang usaha.
Mahasiswa menjelaskan bahwa produk makanan tidak cukup hanya memiliki rasa yang baik, tetapi juga perlu memiliki tampilan yang menarik.
Karena itu, diberikan pula materi mengenai branding produk, mulai dari logo, label, hingga kemasan. Peserta diperkenalkan pada cara membuat identitas produk agar nugget lele lebih mudah dikenali ketika dipasarkan.

Dalam proses produksi makanan, keamanan juga menjadi hal yang diperhatikan. Mahasiswa memberikan edukasi K3 dasar di dapur dengan mengenalkan beberapa risiko yang dapat terjadi ketika memasak, seperti terkena benda panas, cedera akibat peralatan, hingga risiko terpeleset. Peserta diingatkan agar lebih berhati-hati selama proses pengolahan makanan.
Setelah membahas produk dan proses produksinya, kegiatan berlanjut pada legalitas usaha.
Ibu-ibu PKK yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha diberikan penjelasan mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), manfaatnya, persyaratan yang diperlukan, serta gambaran pendaftarannya melalui sistem OSS. Materi ini diberikan agar masyarakat mengetahui bahwa usaha yang dikembangkan juga perlu memperhatikan aspek legalitas.
Pembahasan kemudian masuk ke bagian yang tidak kalah penting, yaitu pengelolaan keuangan dan harga jual. Mahasiswa menjelaskan mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan keuangan sederhana.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai Harga Pokok Produksi (HPP), mulai dari biaya bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya lainnya yang muncul dalam proses produksi.
Contoh perhitungan diberikan agar peserta lebih mudah mengetahui biaya yang sebenarnya dikeluarkan sebelum menentukan harga jual.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penjelasan dan berdiskusi mengenai pengolahan maupun kemungkinan pengembangan nugget lele sebagai usaha.
Salah satu ibu PKK yang mengikuti kegiatan memberikan tanggapan, “Penjelasan yang disampaikan mahasiswa KKN sangat jelas.”
Meski kegiatan berjalan dengan baik, beberapa kendala masih ditemui. Sebagian peserta belum terbiasa mencatat biaya produksi secara rinci sehingga membutuhkan penjelasan lebih sederhana ketika membahas HPP.
Pada materi branding dan NIB, beberapa peserta juga masih mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi digital. Waktu pelaksanaan yang terbatas juga membuat beberapa praktik belum dapat dilakukan secara mendalam.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN menyerahkan PPT, poster, leaflet, dan brosur kepada ibu-ibu PKK.
Media tersebut dapat digunakan kembali sebagai bahan belajar setelah kegiatan selesai, baik untuk mencoba membuat nugget lele maupun untuk mempelajari cara mengembangkan produk menjadi usaha.
Rangkaian kegiatan ini melibatkan Fransisca Umbarrani, Alica Nathasya Devi, Ryan Ekarama Nugraha, Wardah Alfa Syahra, Ahmad Zaki Muttaqiy, Angelica Putri Rachma Dewantara, Dwi Agustina, Putra Zulkarnain, Hany Pusporini, dan Muhammad Javier Setia Farras.
Kesepuluh mahasiswa tersebut berkontribusi dari bidang yang berbeda sehingga kegiatan tidak hanya berfokus pada pembuatan makanan, tetapi juga mencakup gizi, keamanan, branding, legalitas, keuangan, pemasaran, dan kewirausahaan.
(Penulis: Tim KKN Desa Karangrejo)
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar