Jatengvox.com – Meluasnya penyebaran hoax melalui pesan berantai dan media sosial mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan sosialisasi edukasi literasi informasi berjudul “Saring Sebelum Sharing” di rumah Ketua RT 04 RW 05, Dusun Ngancan, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 ibu-ibu PKK setempat.
Sosialisasi ini digelar untuk membekali masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dengan kemampuan memilah informasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan sehari-hari, mengingat penyebaran hoax kerap terjadi melalui pesan berantai di WhatsApp maupun unggahan media sosial yang tidak jelas sumbernya.
Untuk mengukur pemahaman awal ibu-ibu PKK, kegiatan diawali dengan pre-test berupa kuis “Hoax atau Fakta?”, di mana ibu-ibu PKK diajak menebak keaslian sejumlah contoh pesan dan unggahan yang sering beredar, seperti pesan berhadiah umroh gratis, isu pemadaman listrik tujuh hari, hingga kabar pemutihan sertifikat tanah gratis.
Materi utama yang kemudian disampaikan adalah tiga langkah sederhana, yaitu STOP, CEK, BARU SHARE. Pada tahap STOP, peserta diajak untuk tidak langsung meneruskan pesan yang diterima dan menahan diri agar tidak buru-buru mengklik tombol forward atau share.
Selanjutnya pada tahap CEK, masyarakat didorong meluangkan waktu 1–2 menit untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut melalui sumber-sumber terpercaya.
Barulah pada tahap terakhir, BARU SHARE, informasi dapat dibagikan jika sudah dipastikan kebenarannya. Namun, jika ternyata meragukan atau terbukti hoax, penyebarannya cukup dihentikan di titik itu.
Selain itu, mahasiswa juga memaparkan lima pertanyaan penting yang perlu dijawab sebelum mempercayai sebuah informasi, mulai dari memastikan sudah membaca isi berita secara utuh, mengetahui sumbernya, mengecek apakah ada media resmi lain yang memberitakan hal serupa, hingga memastikan foto atau video yang beredar bukan hasil daur ulang kejadian lama.
Di akhir kegiatan, dilakukan post-test dengan pola pertanyaan yang sama untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah menerima materi.
Melalui evaluasi ini, tim mahasiswa dapat melihat sejauh mana ibu-ibu PKK sudah mampu membedakan hoax dan fakta setelah mengikuti sosialisasi.
Ketua RT 04 RW 05 Dusun Ngancan, Muhammad Dakir, menyambut positif kegiatan ini dan menilai materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami warga.
“Penyampaian materinya menyenangkan, mas dan mbak KKN Undip tahu siapa audiensnya dan bagaimana cara menyampaikannya, ada selingan humor juga.
Sekarang kita jadi tahu mana yang hoax atau fakta, jadi tidak sembarangan posting atau klik link yang tidak jelas sumbernya. Intinya, saring sebelum sharing,” ujar Dakir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 07 berharap ibu-ibu PKK Dusun Ngancan semakin cermat dalam menyaring informasi dengan menerapkan prinsip STOP, CEK, BARU SHARE dalam keseharian mereka, sehingga dapat turut mencegah penyebaran hoax yang berpotensi menimbulkan kepanikan, kesalahpahaman, hingga kerugian finansial di lingkungan masyarakat.
Penulis: Luisha Vikanthi – Tim KKN-T IDBU 07 Sobokerto
Tidak ada komentar