Merti Dusun Bodean Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi, KKN Posko 14 UIN Walisongo Turut Berpartisipasi

waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Jul 2026 20:20 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 UIN Walisongo Semarang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Merti Dusun Bodean yang diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2026, di Dusun Bodean, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Kegiatan tahunan yang menjadi tradisi masyarakat ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan bagi seluruh warga dusun.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dusun Bodean, Bapak Sunarto, rangkaian Merti Dusun diawali dengan pembersihan sendang sebagai simbol penyucian sekaligus pelestarian sumber mata air yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Selanjutnya, masyarakat mengikuti kirab budaya yang menampilkan berbagai hasil bumi dan potensi dusun, dilanjutkan dengan tasyakuran yang diisi doa bersama, kemudian ditutup dengan pertunjukan kesenian kuda lumping sebagai hiburan sekaligus upaya melestarikan budaya lokal.

Menurut Bapak Sunarto, penyelenggaraan Merti Dusun bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Warga Desa Jungsemi Pahami Pola Asuh Positif dan Kesetaraan Gender

“Melalui Merti Dusun ini, kami berharap seluruh masyarakat Dusun Bodean senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Semoga segala ikhtiar dan pengabdian masyarakat mendapatkan balasan kebaikan dari Tuhan serta kehidupan warga semakin rukun, tenteram, dan sejahtera,” ungkap Bapak Sunarto.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Karang Taruna Dusun Bodean, Sakha Andhika. Menurutnya, penyelenggaraan Merti Dusun tahun ini menjadi momen yang membahagiakan karena masyarakat kembali dapat menyaksikan pertunjukan reog atau kuda lumping yang sudah lama tidak digelar di Dusun Bodean.

Baca juga:  Belajar dari Pelaku Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Kunjungi UMKM Tempe di Desa Bakung

“Saya merasa sangat senang karena setelah sekian lama Dusun Bodean akhirnya kembali mengadakan pertunjukan reog atau kuda lumping dalam rangka Merti Dusun 2026. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan kami sempat sedikit kewalahan mengatur parkir. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN UIN Walisongo Semarang yang telah membantu pembuatan gagar mayang dan ikut berpartisipasi dalam kirab. Semoga Merti Dusun Bodean dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan persiapan yang lebih baik, semakin meriah, dan mampu melibatkan seluruh generasi agar semangat kebersamaan dan gotong royong di desa tetap terjaga,” tutur Sakha.

Kegiatan Merti Dusun tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi hingga malam hari, warga bersama para pengunjung memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari kirab budaya, tasyakuran, hingga pertunjukan kuda lumping.

Baca juga:  BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Kepulauan Nias, BSPS 2026 Dialokasikan untuk Seluruh Wilayah

Keterlibatan Karang Taruna, perangkat dusun, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Posko 14 UIN Walisongo menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi mahasiswa KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang, keikutsertaan dalam Merti Dusun Bodean menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga memberikan pembelajaran nyata mengenai pentingnya gotong royong, pelestarian budaya, serta nilai-nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, Merti Dusun Bodean kembali membuktikan bahwa tradisi lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga menjadi media untuk memperkuat identitas masyarakat, menumbuhkan rasa syukur, serta membangun solidaritas antarwarga lintas generasi.

Sinergi antara masyarakat, Karang Taruna, pemerintah dusun, dan mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi inspirasi agar tradisi luhur seperti Merti Dusun tetap lestari dan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA