Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 16 Buat dan Pasang Plang Jalan di Lima Dusun Desa Berahan Wetan

mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 16 usai memasang plang penanda wilayah di Dusun Ketapang, Desa Berahan Wetan, Kabupaten Demak

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 16 melaksanakan program kerja pembuatan dan pemasangan plang jalan di Desa Berahan Wetan, Kabupaten Demak, selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2026.

Program yang masuk dalam divisi kesehatan, sosial, dan lingkungan ini menjangkau seluruh lima dusun di desa tersebut secara bertahap.

Sebanyak lima plang jalan dipasang di titik-titik strategis, masing-masing satu di Dusun Menco, Ketapang, Sadon, Krajan, dan Desa Berahan Wetan.

Seluruh proses mulai dari perencanaan, pembuatan desain, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi dikerjakan secara mandiri oleh mahasiswa Posko 16 sebagai wujud kontribusi langsung kepada masyarakat.

Baca juga:  Ruang Cerita: Mahasiswa KKN MB Posko 03 Hadirkan Wadah Ekspresi Emosi untuk Anak SDN 1 Cepokomulyo

Program ini berangkat dari pengamatan mahasiswa selama bertugas di lapangan. Kondisi geografis Desa Berahan Wetan yang unik dengan dusun-dusun yang letaknya berpencar dan berbatasan langsung dengan beberapa desa tetangga membuat ketiadaan penanda wilayah menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Tanpa plang yang jelas, batas antardusun dan antardesa kerap membingungkan siapa pun yang belum hafal medan.

Hanan, Koordinator Kesehatan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 16, menyampaikan alasan mendasar di balik program ini.

“Karena dusun di Desa Berahan Wetan terpisah cukup jauh dan memiliki perbatasan yang kompleks dengan desa sekitarnya, maka diperlukan plang dusun sebagai penanda wilayah yang jelas,” ujar Hanan.

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Pererat Silaturahmi dengan Warga Po’ona melalui Program TJSL PTPN 1 Regional 8

Masing-masing plang dibuat dari bahan kayu dengan papan berukuran 80×20 cm dan tiang setinggi 200 cm. Seluruh permukaan dicat hijau gelap, warna yang lazim digunakan pada rambu penanda wilayah, dengan tulisan nama dusun, nama desa, serta identitas KKN UIN Walisongo Posko 16 tertera jelas pada bagian papan.

Kehadiran plang-plang tersebut mendapat respons positif dari warga setempat. Masyarakat menilai pemasangan penanda wilayah ini membantu, terutama dalam mempertegas batas dusun yang selama ini kerap membingungkan pendatang maupun warga yang belum sepenuhnya hafal batas-batas wilayah desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 79 UIN Walisongo Semarang Gelar Workshop Hukum di Balai Desa Kradenan

Selain itu, keberadaan plang diharapkan dapat memudahkan tamu, kurir, petugas layanan publik, maupun masyarakat luar desa dalam menemukan lokasi tujuan dengan lebih cepat dan tepat.

Dengan selesainya program ini, KKN UIN Walisongo Posko 16 berharap plang jalan yang telah dipasang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Berahan Wetan.

Selain membantu identifikasi alamat dan memperjelas batas wilayah, keberadaan plang tersebut diharapkan dapat mendukung keteraturan tata ruang lingkungan serta menjadi sarana informasi yang memudahkan berbagai aktivitas pelayanan dan mobilitas masyarakat di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *